ࣙالَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ وَيَأْمُرُوْنَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَيَكْتُمُوْنَ مَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابًا مُّهِيْنًاۚ ٣٧
Terjemahan
(Yaitu) orang-orang yang kikir, menyuruh orang (lain) berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia yang telah dianugerahkan Allah kepada mereka. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir itu azab yang menghinakan.
Pesan ayat
· Larangan bersifat kikir
· Larangan mengajak orang lain untuk kikir
· Menyembunyikan nikmat allah
· Ancaman azab bagi orang kafir dan kikir
Relevansi
Ayat ini mengingatkan manusia agar tidak egois dan individualistis dalam menggunakan harta atau kemampuan yang dimiliki. Banyak orang memiliki rezeki, ilmu, atau kedudukan, namun menyimpannya hanya untuk diri sendiri tanpa memberi manfaat bagi orang lain. Ayat ini mengajarkan bahwa nikmat Allah harus dikelola dengan benar melalui sikap dermawan, berbagi, dan membantu sesama, baik dalam bentuk materi maupun nonmateri. Dalam konteks sosial saat ini, pesan ini mendorong terciptanya masyarakat yang lebih solidaritas, adil, dan peduli sehingga kesenjangan sosial dapat dikurangi.