Larangan untuk tidak membela ketidak jujuran atau kebohongan


اِنَّآ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَآ اَرٰىكَ اللّٰهُۗ وَلَا تَكُنْ لِّلْخَاۤىِٕنِيْنَ خَصِيْمًاۙ ۝١٠٥

Terjemahan

Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad) dengan hak agar kamu memutuskan (perkara) di antara manusia dengan apa yang telah Allah ajarkan kepadamu. Janganlah engkau menjadi penentang (orang yang tidak bersalah) karena (membela) para pengkhianat.

 

Pesan ayat

· Al-Qur’an sebagai pedoman hukum

· Kewajiban mengadili dengan adil

· Larangan membela yang salah

· Keadilan di atas segalanya

Relevansi

Dalam konteks modern, pesan ini mengingatkan agar para pemimpin, hakim, dan masyarakat tidak terjerumus dalam praktik nepotisme, korupsi, atau diskriminasi, tetapi berpegang pada kejujuran dan kebenaran. Ayat ini juga menjadi prinsip universal bahwa keadilan tidak boleh dikompromikan demi kepentingan kelompok tertentu, melainkan harus ditegakkan untuk semua, agar tercipta masyarakat yang adil, jujur, dan diridai Allah.