Perintah untuk mengajak kepada jalan allah dgn baik dan bijaksana


اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ ۝١٢٥

Terjemahan

Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang paling tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia (pula) yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk.

 

Pesan ayat

· Metode dakwah yang baik

· Mau’izhah hasanah (nasihat yang baik)

· Hidayah milik allah

· Dialog dengan cara terbaik

Relevansi

ayat ini sangat penting dalam konteks kehidupan modern, di mana perbedaan agama, pandangan, dan budaya sering menimbulkan gesekan. QS An-Nahl:125 menegaskan bahwa dakwah harus dilakukan dengan cara yang santun, penuh hikmah, dan beretika agar pesan Islam diterima dengan baik, termasuk di era media sosial yang rawan ujaran kebencian.