حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا ومَاوِيَةُ بْنُ هِشَامٍ، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ صَالِحٍ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ الْوَلِيدِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ، عَنْ أَبِي أُسَيْدٍ مَالِكِ بْنِ رَبِيعَةَ السَّاعِدِيِّ قَالَ:
بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ إِذْ جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِي سَلِمَةَ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا؟
قَالَ:
«نَعَمْ، الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا، وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا، وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا، وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا، وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا
Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abi Syaibah, telah menceritakan kepada kami Muawiyah bin Hisyam, telah menceritakan kepada kami Ali bin Shalih, dari Ubaidillah bin Al-Walid, dari Abdullah bin Ubaid bin Umair, dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah Al-Sa’idi, ia berkata:
Ketika kami sedang duduk di dekat Rasulullah ﷺ, tiba-tiba datang seorang laki-laki dari Bani Salimah. Laki-laki itu bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku yang dapat aku lakukan setelah keduanya wafat?”
Beliau ﷺ menjawab:
“Ya, mendoakan keduanya, memohonkan ampun untuk keduanya, melaksanakan janji/wasiat keduanya setelah wafatnya, menyambung silaturahim yang tidak akan tersambung kecuali melalui keduanya, dan memuliakan teman-teman keduanya.”
Fiqhul Hadis (penjelasan):
Hadis ini mengajarkan adab yang lebih luas, yaitu memuliakan sahabat dan kerabat orang tua sebagai bentuk kelanjutan bakti kepada mereka.