حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ -يَعْنِي ابْنَ سَعِيدٍ- وَابْنُ حُجْرٍ قَالُوا: حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ -هُوَ ابْنُ جَعْفَرٍ- عَنْ الْعَلَاءِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ayyub] dan [Qutaibah] -yaitu Ibnu Sa’id- dan [Ibnu Hujr] mereka berkata: telah menceritakan kepada kami [Isma’il] -yaitu Ibnu Ja’far- dari [Al ‘Ala’] dari [Ayahnya] dari [Abu Hurairah],
bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Apabila salah seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at baginya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.”
Fiqhul Hadis(penjelasan):
Hadis ini menjadi dasar utama bahwa doa anak yang saleh adalah salah satu bentuk bakti yang pahalanya terus mengalir kepada orang tua meski telah wafat