حَدَّثَنَا مُؤَمَّلُ بْنُ هِشَامٍ، حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ (ابْنُ عُلَيَّةَ)، عَنْ سِوَارٍ أَبِي حَمْزَةَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ (عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو) رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
«مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ، وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِي الْمَضَاجِعِ»
Telah menceritakan kepada kami Mu’ammal bin Hisyam, telah menceritakan kepada kami Isma’il, dari Siwar Abi Hamzah, dari Amr bin Syu’aib, dari ayahnya (Syu’aib bin Muhammad), dari kakeknya (Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhu), ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:
“Perintahkanlah anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka karena (meninggalkan) shalat ketika berusia sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur di antara mereka.”
Fiqhul Hadis(penjelasan):
Hadis ini menjadi dasar metode bertahap dalam mendidik ibadah anak, dimulai dari pembiasaan sejak dini hingga penegasan disiplin pada usia tertentu.