Ayat 1
بَّنَا اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُࣖ ٤١
“Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan semua orang mukmin pada hari terjadinya hisab (perhitungan).” QS. Ibrahim (14):41
Ayat 2
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَّلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِۗ وَلَا تَزِدِ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا تَبَارًاࣖ ٢٨
“Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang zalim itu selain kehancuran.” QS. Ibrahim (14):41
Analisis Gabungan Ayat:
Kedua ayat merupakan doa para nabi (Ibrahim dan Nuh) yang secara khusus menyertakan permohonan ampun bagi kedua orang tua mereka. Ini menunjukkan bahwa mendoakan orang tua tetap menjadi bagian dari akhlak mulia seorang anak. Ayat-ayat ini menjadi dasar bahwa bakti kepada orang tua tidak terputus oleh kematian, melainkan berlanjut melalui doa dan permohonan ampun.