وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِۗ اِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ ١٣
(Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat dia menasihatinya, “Wahai anakku, janganlah mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu benar-benar kezaliman yang besar.” (QS. Luqman (31):13)
Analisis:
QS. Luqman menampilkan metode pendidikan langsung berupa nasihat lembut dari orang tua (mau’izhah), dimulai dari penanaman akidah tauhid sebagai fondasi utama. Kedua ayat menegaskan bahwa pendidikan anak dalam Islam harus berlandaskan akidah yang kuat dan disampaikan dengan kasih sayang serta keteladanan.