Landasan Hadis


 

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي قَزَعَةَ الْبَاهِلِيِّ، عَنْ حَكِيمِ بْنِ مُعَاوِيَةَ الْقُشَيْرِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَا حَقُّ زَوْجَةِ أَحَدِنَا عَلَيْهِ؟ قَالَ:

“أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ”

 

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Ismail, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah, dari Abu Qaza’ah Al-Bahili, dari Hakim bin Mu’awiyah Al-Qusyairi, dari ayahnya (Mu’awiyah bin Haidah), ia berkata: Aku bertanya: ‘Wahai Rasulullah, apakah hak istri salah seorang di antara kami yang wajib dipenuhi oleh suaminya?’

Beliau bersabda:

“Engkau memberinya makan apabila engkau makan, dan memberinya pakaian apabila engkau berpakaian.”

 

Fiqhul Hadis(penjelasan):

Hadis ini menetapkan standar nafkah lahir: kesetaraan taraf hidup antara suami dan istri sesuai kemampuan suami.