حَدَّثَنَا آدَمُ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ: حَدَّثَنَا الْحَكَمُ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ أَسْوَدَ، قَالَ: سَأَلْتُ عَائِشَةَ مَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ فِي بَيْتِهِ؟
قَالَتْ:
كَانَ يَكُونُ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ -تَعْنِي خِدْمَةَ أَهْلِهِ- فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلَاةُ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ
Telah menceritakan kepada kami Adam, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Syu’bah, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Al-Hakam, dari Ibrahim, dari Al-Aswad, ia berkata: Aku bertanya kepada Aisyah: ‘Apakah yang biasa dilakukan oleh Nabi ﷺ di dalam rumahnya?’
Aisyah menjawab:
“Beliau biasa membantu pekerjaan keluarganya —maksudnya melayani kebutuhan keluarganya— dan apabila waktu shalat tiba, beliau keluar untuk melaksanakan shalat.”
Fiqhul Hadis:
Hadis ini menunjukkan teladan Nabi dalam memperlakukan istri dengan membantu pekerjaan rumah, bukan menganggap remeh peran domestik sebagai tanggung jawab istri semata.