Hadis 1
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ،
:قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يَقُولُ
«الْوَالِدُ أَوْسَطُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ، فَإِنْ شِئْتَ فَأَضِعْ ذَلِكَ الْبَابَ أَوِ احْفَظْهُ»
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ash-Shabbah, telah menceritakan kepada kami Sufyan bin ‘Uyaynah, dari ‘Atha’, dari Abu ‘Abdirrahman, dari Abu Darda, ia berkata
Aku mendengar Nabi SAW bersabda:
“Orang tua adalah pintu surga yang paling pertengahan (terbaik). Maka jika engkau mau, sia-siakanlah pintu itu, atau jagalah ia”
Fighul Hadis (penjelasan)
Hadis ini menunjukkan keutamaan luar biasa berbakti kepada orang tua: ia menjadi salah satu jalan termudah dan paling utama menuju surga, sekaligus peringatan bahwa mengabaikannya berarti menyia-nyiakan kesempatan besar tersebut
Hadis 2
حَدَّثَنَا آدَمُ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، حَدَّثَنَا حَبِيبُ بْنُ أَبِي ثَابِتٍ،
قَالَ:
سَمِعْتُ أَبَا الْعَبَّاسِ الشَّاعِرَ،
قَالَ:
سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا
يَقُولُ:
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَأْذَنَهُ فِي الْجِهَادِ،
فَقَالَ:
«أَحَيٌّ وَالِدَاكَ؟»
قَالَ:
نَعَمْ،
قَالَ:
«فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ»
Telah menceritakan kepada kami Adam, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, telah menceritakan kepada kami Habib bin Abi Thabit, ia berkata: Aku mendengar Abu Al-‘Abbas Asy-Sya’ir berkata: Aku mendengar Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma berkata
Ada seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW lalu meminta izin untuk berjihad.
Beliau bertanya:
‘Apakah kedua orang tuamu masih hidup
Ia menjawab:
‘Ya.’
Beliau bersabda:
‘Maka pada keduanya itulah kamu berjihad dengan berbakti
Fiqhul Hadis (penjelasan)
Hadis ini menempatkan birrul walidain setara dengan keutamaan jihad fi sabilillah bagi seseorang yang orang tuanya masih hidup, menunjukkan bahwa berbakti kepada orang tua adalah bentuk perjuangan (jihad) tersendiri yang sangat mulia.