حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ، حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ، عَنْ أُمِّهِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ
قَالَ: رَسُولُ اللَّهِ ﷺ
مِنَ الْكَبَائِرِ شَتْمُ الرَّجُلِ وَالِدَيْهِ
قَالُوا:
يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَهَلْ يَشْتُمُ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ؟
قَالَ:
«نَعَمْ، يَسُبُّ أَبَا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أَبَاهُ، وَيَسُبُّ أُمَّهُ فَيَسُبُّ أُمَّهُ
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa’d, dari ibunya (Ummu Kulsum), dari ayahnya (Humaid bin Abdurrahman), dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Termasuk dosa besar adalah seseorang mencaci maki kedua orang tuanya.”
Para sahabat bertanya:
“Wahai Rasulullah, apakah ada seseorang yang mencaci maki kedua orang tuanya sendiri?”
Beliau ﷺ menjawab:
“Ya, dia mencaci maki ayah orang lain, lalu orang tersebut membalas mencaci maki ayahnya. Dan dia mencaci maki ibu orang lain, lalu orang tersebut membalas mencaci maki ibunya.”