Ilmu dan rahmat harus sejalan


فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا ﴿٦٥﴾

Lalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan rahmat kepadanya dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan ilmu kepadanya dari sisi Kami. ((QS. Al-Kahfi [18]: 65))

Penjelasan: Allah menyebutkan “rahmat” lebih dahulu sebelum “ilmu”, memberi isyarat bahwa ilmu harus disertai dengan kasih sayang, kebijaksanaan, dan akhlak. Dan Semua pengetahuan hakikatnya adalah pemberian Allah, baik melalui proses belajar biasa (empirik) maupun ilmu khusus (ladunni)