أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلْقُرْءَانَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَآ ﴿٢٤﴾
Maka tidakkah mereka menghayati Al-Qur’an ataukah hati mereka sudah terkunci? ((QS. Muhammad [47]: 24))
Penjelasan: Belajar Al-Qur’an tidak berhenti pada tilawah (membaca), tapi harus sampai pada pemahaman, perenungan, dan pengamalan dan Orang yang tidak mau merenungkan Al-Qur’an dianggap hatinya terkunci, tidak bisa menerima cahaya kebenaran.