Ilmu yang melahirkan ketakwaan


وَمِنَ ٱلنَّاسِ وَٱلدَّوَآبِّ وَٱلْأَنْعَٰمِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهُۥ كَذَٰلِكَ إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَٰٓؤُا۟ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ ﴿٢٨﴾

Dan demikian (pula) di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Maha Pengampun. ((QS. Fathir [35]: 28))

Penjelasan: Ilmu yang benar tidak membuat sombong, melainkan menumbuhkan kerendahan hati dan ketaatan dan Orang berilmu sejati bukan hanya tahu secara teoritis, tetapi juga memiliki rasa takut (khashyah) kepada Allah, karena Allah yang menciptakan keanekaragaman seperti Manusia, hewan, dan makhluk lainnya.