Pendidikan berbasis integrasi wahyu dan ilmu


سَنُرِيهِمْ ءَايَٰتِنَا فِى ٱلْءَافَاقِ وَفِىٓ أَنفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ ٱلْحَقُّ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُۥ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ ﴿٥٣﴾

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu? ((QS. Fussilat [41]: 53))

Penjelasan: Ayat ini menegaskan pentingnya memadukan antara wahyu (Al-Qur’an) dengan sains (ilmu tentang alam dan manusia). Fenomena alam dan diri manusia semuanya menguatkan bahwa Al-Qur’an datang dari Allah. Dan Keberadaan Allah tidak butuh pembuktian manusia; Allah sendiri menjadi saksi atas kebenaran wahyu-Nya.