QS. Al-Fajr: 27-28


يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ ۝٢٧  ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةًۚ ۝٢٨

Artinya: “Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan rida dan diridai.”

Tafsir Quraish Shihab (singkat):

Wahai jiwa yang tenang dengan kebenaran. Kembalilah kepada keridaan Tuhanmu dengan rasa puas terhadap nikmat yang telah dikaruniakan kepadamu, dan puas pula dengan perbuatan yang telah kamu lakukan.

Analogi:

Puncak healing adalah menjadi “Nafsul Mutma’innah”. Jiwa yang kalau ada masalah tetap tenang, kalau dapet nikmat tetap rendah hati.