وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras.”)”
Tafsir Quraish Shihab (singkat):
Ingatlah, wahai Banû Isrâ’îl, ketika kalian diberitahu Tuhan dengan mengatakan, “Apabila kalian mensyukuri kenikmatan kenyamanan dan lain-lain yang pernah Aku berikan kepada kalian berupa keteguhan iman dan ketaatan, niscaya Aku akan menambah nikmat-nikmat yang telah Aku berikan itu. Tetapi jika kalian mengingkarinya dengan kekafiran dan perbuatan maksiat niscaya Aku akan menikmati kalian dengan tambahan yang menyenangkan. Siksaan-Ku memang sangat pedih bagi orang-orang yang Ingkar.”]
Analogi:
Syukur adalah “pupuk”. Semakin banyak kamu syukuri, semakin subur dan kuat kebahagiaan di dalam hatimu.