QS. Ar-Ra’d: 28


الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ

Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.”

Tafsir Quraish Shihab (singkat):

Orang-orang yang selalu kembali kepada Allah dan menyambut kebenaran itu adalah orang-orang yang beriman. Mereka adalah orang-orang yang ketika berzikir mengingat Allah dengan membaca al-Qur’ân dan sebagainya, hati mereka menjadi tenang. Hati memang tidak akan bisa tenang tanpa mengingat dan memikirkan kebesaran dan kemahakuasaan Allah, dengan selalu mengharap keridaan-Nya.

Analogi:

Zikir adalah “charger” bagi jiwa yang sudah lowbat. Tanpa terhubung dengan sumbernya, jiwa kita akan mati perlahan.