Al-Baqarah [2]:19


 

 اَوْ كَصَيِّبٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ فِيْهِ ظُلُمٰتٌ وَّرَعْدٌ وَّبَرْقٌۚ يَجْعَلُوْنَ اَصَابِعَهُمْ فِيْٓ اٰذَانِهِمْ  مِّنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِۗ وَاللّٰهُ مُحِيْطٌۢ بِالْكٰفِرِيْنَ

“Atau, seperti (orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit yang disertai berbagai kegelapan, petir, dan kilat. Mereka menyumbat telinga dengan jari-jarinya (untuk menghindari) suara petir itu karena takut mati. Allah meliputi orang-orang yang kafir.( Q.S Al-Baqarah 2: 18)

قَوْلُهُ تَعَالَى: (فِيهِ ظُلُماتٌ )ابْتِدَاءٌ وَخَبَرٌ “وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ” مَعْطُوفٌ عَلَيْهِ. وَقَالَ: ظُلُمَاتٌ بِالْجَمْعِ إِشَارَةً إِلَى ظُلْمَةِ اللَّيْلِ وَظُلْمَةِ الدُّجْنِ، وَهُوَ الْغَيْمُ، وَمِنْ حَيْثُ تَتَرَاكَبُ وَتَتَزَايَدُ جُمِعَتْ. وَقَدْ مَضَى مَا فِيهِ مِنَ اللُّغَاتِ فَلَا مَعْنَى لِلْإِعَادَةِ، وَكَذَا كُلُّ مَا تَقَدَّمَ إن شاء الله تعالى.

Pada Firman Allah Swt : “Di dalamnya terdapat kegelapan” adalah menjadi mubtada dan khabar, dan “guntur dan kilat” terhubung dengannya. Beliau berkata: “kegelapan” dalam bentuk jamak merupakan indikasi kegelapan malam dan kegelapan awan, dan itu adalah awan, dan dalam bentuk jamak karena awan-awan itu berkumpul dan bertambah. Apa yang disebutkan di dalamnya mengenai bahasa  sudah dibahas, jadi tidak ada gunanya mengulanginya, dan hal yang sama berlaku untuk semua yang telah disebutkan sebelumnya, insya Allah.

Kata ظُلُمٰتٌ  termasuk kata  berupa jamak muanats salim karena ditambah huruf akhir alif dan ta`yang mengikuti wazan  فُعُلَاتٌ . Kata ظُلُمٰتٌ  sendiri serapan dari bentuk kata ظلم  yang mempunyai arti kegelapan.