الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ فِرَاشًا وَّالسَّمَاۤءَ بِنَاۤءً ۖوَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَخْرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۚ فَلَا تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ اَنْدَادًا وَّاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
“(Dialah) yang menjadikan bagimu bumi (sebagai) hamparan dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untuk kamu. Oleh karena itu, janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (Al-Baqarah [2]:22)
الرَّابِعَةُ قَوْلُهُ تَعَالَى: (فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَراتِ رِزْقاً لَكُمْ ) الثَّمَرَاتُ جَمْعُ ثَمَرَةٍ. وَيُقَالُ: ثَمَرٌ مِثْلَ شَجَرٍ. وَيُقَالُ ثُمُرٌ مِثْلَ خُشُبٍ. وَيُقَالُ: ثُمْرٌ مِثْلَ بُدْنٌ. وَثِمَارٌ مِثْلَ إِكَامٍ جَمْعُ ثَمَرٍ. وَسَيَأْتِي لِهَذَا مَزِيدُ بَيَانٍ فِي “الْأَنْعَامِ” إِنْ شَاءَ اللَّهُ. وَثِمَارُ السِّيَاطِ: عُقَدُ أَطْرَافِهَا.
Yang keempat adalah firman Allah Swt: “Dan Dia menumbuhkan buah-buahan sebagai rezeki bagimu.” Kata “buah-buahan” adalah bentuk jamak dari “buah”. Dikatakan: “buah” itu seperti “pohon”. Dikatakan juga: “buah” itu seperti “kayu”. Dikatakan juga: “buah” itu seperti “unta”. Dan “buah-buahan” itu seperti “bukit-bukit”, bentuk jamak dari “buah”.
Kata الثَّمَرٰتِ itu termasuk kata berupa jamak muanats salim karena ditambah huruf akhir alif dan ta`yang mengikuti wazan fa`alaatun. Kata الثَّمَرٰتِ bentuk jamak dari kata ثَمْرَةٌ yang mempunyai arti ” Buah“.
Referensi : Tafsir Al-Qurthubi