Al-Baqarah [2]:168


يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Wahai manusia, makanlah sebagian (makanan) di bumi yang halal lagi baik dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya ia bagimu merupakan musuh yang nyata.

وَقَالَ قَتَادَةُ، وَالسُّدِّيُّ فِي قَوْلِهِ: (وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ )  كُلُّ مَعْصِيَةٍ لِلَّهِ فَهِيَ مِنْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ.
وَقَالَ عِكْرِمَةُ: هِيَ نَزَغَاتُ الشَّيْطَانِ، وَقَالَ مُجَاهِدٌ: خُطَاهُ، أَوْ قَالَ: خَطَايَاهُ.
وَقَالَ أَبُو مِجْلزَ: هِيَ النُّذُورُ فِي الْمَعَاصِي.
وَقَالَ الشَّعْبِيُّ: نَذَرَ رَجُلٌ أَنْ يَنْحَرَ ابْنَهُ فَأَفْتَاهُ مَسْرُوقٌ بِذَبْحِ كَبْشٍ. وَقَالَ: هَذَا مِنْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ.

 

Qatadah dan As-Suddi mengatakan mengenai ayat, “Dan janganlah kamu mengikuti jejak setan,” bahwa setiap perbuatan durhaka kepada Allah termasuk jejak setan.

Ikrimah berkata: Itu adalah bisikan setan. Mujahid berkata: Jejaknya, atau ia berkata: Dosa-dosanya.

Abu Mijlaz berkata: Ini adalah nazar yang dibuat dalam dosa.

Al-Sha’bi berkata: Seorang pria bernazar untuk mengorbankan anaknya, dan Masruq memberinya fatwa bahwa ia harus mengorbankan seekor domba jantan sebagai gantinya. Beliau berkata: Ini adalah salah satu langkah setan.

Referensi : Kitab Tafsir Al-Qurthubi