وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۗ كُلَّمَا رُزِقُوْا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًا ۙ قَالُوْا هٰذَا الَّذِيْ رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَاُتُوْا بِهٖ مُتَشَابِهًا ۗوَلَهُمْ فِيْهَآ اَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَّهُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
” Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Setiap kali diberi rezeki buah-buahan darinya, mereka berkata, “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami sebelumnya.” Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang disucikan. Mereka kekal di dalamnya.”
الثَّالِثَةُ- قَوْلُهُ تَعَالَى: (وَعَمِلُوا الصَّالِحاتِ ) رَدٌّ عَلَى مَنْ يَقُولُ: إِنَّ الْإِيمَانَ بِمُجَرَّدِهِ يَقْتَضِي الطَّاعَاتِ، لِأَنَّهُ لَوْ كَانَ ذَلِكَ مَا أَعَادَهَا، فَالْجَنَّةُ تُنَالُ بِالْإِيمَانِ وَالْعَمَلِ الصَّالِحِ. وَقِيلَ: الْجَنَّةُ تُنَالُ بِالْإِيمَانِ، وَالدَّرَجَاتُ تُسْتَحَقُّ بِالْأَعْمَالِ الصَّالِحَاتِ. وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
(جَنَّاتٍ) فِي مَوْضِعِ نَصْبِ اسْمِ “أَنَّ”،” وَأَنَّ وَمَا عَمِلَتْ فِيهِ فِي مَوْضِعِ الْمَفْعُولِ الثَّانِي. وَالْجَنَّاتُ: الْبَسَاتِينُ، وَإِنَّمَا سُمِّيَتْ جَنَّاتٌ لِأَنَّهَا تُجِنُّ مَنْ فِيهَا أَيْ تَسْتُرُهُ بِشَجَرِهَا، وَمِنْهُ: الْمِجَنُّ وَالْجَنِينُ وَالْجَنَّةُ.
Ketiga, firman-Nya, : {Dan mereka melakukan amal saleh} adalah bantahan terhadap orang-orang yang mengatakan:bahwa iman saja mewajibkan ketaatan, karena jika demikian, dia tidak akan mengulanginya. Surga diraih melalui imandan amal saleh. Dan telah dikatakan: Surga diraih melalui iman.Dan pangkat diperoleh melalui perbuatan baik. Dan Allah Maha Mengetahui.
(Kebun) berada dalam kasus akusatif sebagai subjek dari“itu”, dan “itu” serta apa yang diaturnya berada pada posisi objek kedua. Dan kebun adalah kebun buah-buahan,dan disebut kebun karena melindungi siapa pun yang adadi dalamnya, yaitu, menutupi dia dengan pepohonannya,dan dari situ muncullah: perisai, janin, dan kebun.
Kata االصّٰلِحٰتِ termasuk kata berupa jamak muanats salim karena ditambah huruf akhir alif dan ta`yang mengikuti wazan faa`illatun Kata االصّٰلِحٰتِ dan lafadz جَنّٰتٍ juga bentuk jamak muanats salim .
Referensi : Kitab Tafsir Al-Qurthubi