Ali Imran ( 3) :14


زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَاۤءِ وَالْبَنِيْنَ وَالْقَنَاطِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْاَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗوَاللّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰبِ

Dijadikan indah bagi manusia kecintaan pada aneka kesenangan yang berupa perempuan, anak-anak, harta benda yang bertimbun tak terhingga berupa emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik.

وَالشَّهَوَاتُ جَمْعُ شَهْوَةٍ وهى معروفة. ورجل شهوان للشيء، وشئ شَهِيٌّ أَيْ مُشْتَهًى. وَاتِّبَاعُ الشَّهَوَاتِ مُرْدٍ وَطَاعَتُهَا مَهْلَكَةٌ. وَفِي صَحِيحِ مُسْلِمٍ: (حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ “رَوَاهُ أَنَسٍ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ. وَفَائِدَةُ هَذَا التَّمْثِيلِ أَنَّ الْجَنَّةَ لَا تُنَالُ إِلَّا بِقَطْعِ مَفَاوِزِ الْمَكَارِهِ وَبِالصَّبْرِ عَلَيْهَا. وَأَنَّ النَّارَ لَا يُنْجَى مِنْهَا إِلَّا بِتَرْكِ الشَّهَوَاتِ وَفِطَامِ النَّفْسِ عَنْهَا. وَقَدْ رُوِيَ عَنْهُ ﷺ أَنَّهُ قَالَ:” طَرِيقُ الْجَنَّةِ حَزْنٌ بِرَبْوَةٍ وَطَرِيقُ النَّارِ سَهْلٌ بِسَهْوَةٍ”، وَهُوَ مَعْنَى قَوْلِهِ “حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ” أَيْ طَرِيقُ الْجَنَّةِ صَعْبَةُ الْمَسْلَكِ فِيهِ أَعْلَى مَا يَكُونُ مِنَ الرَّوَابِي، وَطَرِيقُ النَّارِ سَهْلٌ لَا غِلَظَ فِيهِ وَلَا وُعُورَةَ، وَهُوَ مَعْنَى قَوْلِهِ “سَهْلٌ بسهوة” وهو بالسين المهملة.

الشَّهَوَاتُ adalah bentuk jamak dari شَهْوَةٍ , dan sudah dikenal luas. Seseorang digambarkan memiliki hasrat terhadap sesuatu, dan sesuatu digambarkan sebagai sesuatu yang diinginkan, artinya sesuatu yang diidamkan. Mengikuti keinginan bersifat merusak, dan menuruti keinginan bersifat menghancurkan. Dalam Sahih Muslim, diriwayatkan: “Surga dikelilingi oleh kesulitan, dan Neraka dikelilingi oleh keinginan.” Ini diriwayatkan oleh Anas dari Nabi (shalawat dan salam kepadanya). Manfaat dari analogi ini adalah bahwa Surga tidak dapat dicapai kecuali dengan menempuh padang gurun kesulitan dan dengan sabar menanggungnya. Dan Neraka tidak dapat dihindari kecuali dengan meninggalkan hawa nafsu dan melepaskan jiwa dari hawa nafsu tersebut. Diriwayatkan dari beliau (semoga shalawat dan salam tercurah kepadanya) bahwa beliau bersabda: “Jalan menuju Surga itu berat dan jalan menuju Neraka itu mudah, dengan bukit yang rendah.” Inilah makna dari perkataannya, “Surga dikelilingi oleh kesulitan, dan Neraka dikelilingi oleh hawa nafsu.” Artinya, jalan menuju Surga sulit dilalui, dan berada di atas bukit yang tertinggi.

Referensi : Kitab Tafsir Al-Qurthubi