At-taḥrīm [66]:5


عَسٰى رَبُّهٗٓ اِنْ طَلَّقَكُنَّ اَنْ يُّبْدِلَهٗٓ اَزْوَاجًا خَيْرًا مِّنْكُنَّ مُسْلِمٰتٍ مُّؤْمِنٰتٍ قٰنِتٰتٍ تٰۤىِٕبٰتٍ عٰبِدٰتٍ سٰۤىِٕحٰتٍ ثَيِّبٰتٍ وَّاَبْكَارًا

Jika dia (Nabi) menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya istri-istri yang lebih baik daripada kamu, yang berserah diri, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang beribadah, dan yang berpuasa, baik yang janda maupun yang perawan.

 

مُسْلِمٰتٍ = yang berserah diri ,berasal dari kata سلم

مُّؤْمِنٰتٍ = yang beriman  berasal dari kata  أمن

قٰنِتٰتٍ = yang taat,  berasal dari kata قنت

تٰۤىِٕبٰتٍ  =   yang bertobat yang berasal  dari kata  تو ب

عٰبِدٰتٍ = yang beribadah,  yang berasal  dari kata عبد

سٰۤىِٕحٰتٍ  = yang berpuasa  yang berasal dari kata  سي

قَوْلُهُ تَعَالَى: (مُسْلِماتٍ )يَعْنِي مُخْلِصَاتٍ، قَالَهُ سَعِيدُ بْنُ جُبَيْرٍ. وَقِيلَ: مَعْنَاهُ مُسْلِمَاتٌ لِأَمْرِ اللَّهِ تَعَالَى وَأَمْرِ رَسُولِهِ.
(مُؤْمِناتٍ) مُصَدِّقَاتٍ بِمَا أُمِرْنَ بِهِ وَنُهِينَ عَنْهُ.
(قانِتاتٍ) مُطِيعَاتٍ. وَالْقُنُوتُ: الطَّاعَةُ. وَقَدْ تَقَدَّمَ.
(تائِباتٍ) أَيْ مِنْ ذُنُوبِهِنَّ، قَالَهُ السُّدِّيُّ. وَقِيلَ: رَاجِعَاتٌ إِلَى أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ تَارِكَاتٌ لِمَحَابِّ أَنْفُسِهِنَّ.
(عابِداتٍ) أَيْ كَثِيرَاتِ الْعِبَادَةِ لِلَّهِ تَعَالَى. وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: كُلُّ عِبَادَةٍ فِي الْقُرْآنِ فَهُوَ التوحيد.
(سائِحاتٍ) صائبات، قاله ابْنُ عَبَّاسٍ وَالْحَسَنُ وَابْنُ جُبَيْرٍ. وَقَالَ زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ وَابْنُهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ

(تفسير القرطبي —القرطبي )

Firman-Nya, semoga Dia dimuliakan: {Wanita Muslim} berarti tulus, sebagaimana dikatakan oleh Sa’id ibn Jubayr. Dikatakan juga bahwa itu berarti wanita yang tunduk pada perintah Allah, semoga Dia dimuliakan, dan perintah Rasul-Nya.

(Orang-orang beriman) berarti mereka yang beriman pada apa yang telah diperintahkan kepada mereka dan apa yang telah dilarang kepada mereka.

(Taat beribadah) berarti taat. Dan ketaatan adalah kepatuhan. Ini telah disebutkan sebelumnya.

(Bertaubat) artinya, meninggalkan dosa-dosa mereka, sebagaimana dikatakan Al-Suddi. Dikatakan juga: kembali kepada perintah Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam, meninggalkan hawa nafsu mereka.

(Beribadah) artinya, sering beribadah kepada Allah Yang Maha Tinggi. Ibnu Abbas berkata: Setiap ibadah yang disebutkan dalam Al-Quran merujuk kepada tauhid.

(Sa’ihat) benar, sebagaimana dinyatakan oleh Ibnu Abbas, Al-Hasan, dan Ibnu Jubayr. Zayd ibn Aslam dan putranya Abd al-Rahman juga mengatakan…