Hud [11]:114


وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ الَّيْلِ ۗاِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِۗ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذّٰكِرِيْن

Dirikanlah salat pada kedua ujung hari (pagi dan petang) dan pada bagian-bagian malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik menghapus kesalahan-kesalahan. Itu adalah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).

الْحَسَنٰتِ = perbuatan-perbuatan baik

السَّيِّاٰتِۗ  =kesalahan-kesalahan

الرَّابِعَةُ- قَوْلُهُ تَعَالَى: (إِنَّ الْحَسَناتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئاتِ) ذَهَبَ جُمْهُورُ الْمُتَأَوِّلِينَ مِنَ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ أَجْمَعِينَ إِلَى أَنَّ الْحَسَنَاتِ هَاهُنَا هِيَ الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَقَالَ مُجَاهِدٌ: الْحَسَنَاتُ قَوْلُ الرَّجُلِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، قَالَ ابْنُ عَطِيَّةَ: وَهَذَا عَلَى جِهَةِ الْمِثَالِ فِي الْحَسَنَاتِ، وَالَّذِي يَظْهَرُ أَنَّ اللَّفْظَ عَامٌّ فِي الْحَسَنَاتِ خَاصٌّ فِي السَّيِّئَاتِ، لِقَوْلِهِ ﷺ: “مَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ”. قُلْتُ: سَبَبُ النُّزُولِ يُعَضِّدُ قَوْلَ الْجُمْهُورِ، نَزَلَتْ فِي رَجُلٍ مِنَ الْأَنْصَارِ

Yang keempat – Firman Allah ta`ala : “Sesungguhnya amal kebaikan menghapus amal kejahatan.” Mayoritas penafsir dari kalangan Sahabat dan Pengikut [semoga Allah meridai mereka semua Dikatakan bahwa amal kebaikan yang disebutkan di sini adalah lima shalat wajib. Mujahid berkata: Amal kebaikan adalah ketika seseorang mengucapkan, “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, dan tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.” Ibn Atiyyah berkata: Ini sebagai contoh mengenai amal kebaikan, dan yang tampak adalah bahwa redaksi kalimatnya bersifat umum mengenai dosa, karena Nabi (shalawat dan salam kepadanya) bersabda: “Dosa-dosa besar tidak dapat dihindari.” Saya berkata: Alasan turunnya ayat tersebut mendukung pendapat mayoritas; ayat itu diturunkan mengenai seorang pria dari kaum Ansar.