Surat Al-Anfal: 46
وَاَطِيْعُوا اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ وَلَا تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَاصْبِرُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَۚ
Taatilah Allah dan Rasul-Nya, janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang, serta bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.
Surat Al-Hujurat: 10
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَࣖ
Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati.
Penjelasan:
Pernahkah Anda melihat sebuah kapal besar yang karam hanya karena kebocoran kecil di lambungnya? Dalam manajemen profesional, kebocoran itu bernama perselisihan (Tanazu’). Melalui QS. Al-Anfal: 46, Allah memberikan peringatan keras bahwa konflik internal adalah pembunuh energi organisasi yang paling mematikan. Kata Tazhaba Rihukum secara puitis berarti “hilangnya anginmu”. Bayangkan sebuah kapal layar tanpa angin; ia akan diam, tak berdaya, dan gagal mencapai tujuan sekeras apa pun krunya bekerja. Sinergi Rabbani adalah tentang menjaga “angin” atau semangat tim agar tetap searah.
Strategi untuk menjaga sinergi ini dijelaskan dalam QS. Al-Hujurat: 10. Hubungan profesional antar rekan kerja tidak boleh hanya sekadar “transaksi tugas”, melainkan harus dibangun di atas fondasi Ukhuwah (persaudaraan). Jika terjadi gesekan kepentingan atau perbedaan pendapat di kantor, perintahnya adalah Islah—memperbaiki dan mendamaikan dengan cepat. Seorang karyawan yang memiliki etos kerja tinggi adalah mereka yang menjadi “perekat” di timnya, bukan “pemecah”. Ketika ego ditundukkan demi kedamaian tim, maka Allah akan menurunkan rahmat-Nya, yang dalam dunia kerja bermanifestasi sebagai kelancaran proyek dan keberkahan rezeki kolektif.