Al-Qur’an memberikan penghormatan yang tinggi kepada wanita, baik sebagai individu, istri, ibu, maupun anggota masyarakat. Penghormatan ini tampak dalam perlindungan hak-hak mereka, pengakuan martabatnya, serta jaminan perlakuan yang adil. Islam datang mengangkat derajat wanita yang sebelumnya sering diperlakukan tidak adil, lalu menegaskan bahwa kemuliaan seseorang di sisi Allah bukan ditentukan oleh jenis kelamin, tetapi oleh iman dan takwa.
Salah satu bentuk penghormatan wanita dalam Al-Qur’an adalah pengakuan kesetaraan nilai kemanusiaan dan pahala. Allah berfirman:
اِنَّ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمٰتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ وَالْقٰنِتِيْنَ وَالْقٰنِتٰتِ وَالصّٰدِقِيْنَ وَالصّٰدِقٰتِ وَالصّٰبِرِيْنَ وَالصّٰبِرٰتِ وَالْخٰشِعِيْنَ وَالْخٰشِعٰتِ وَالْمُتَصَدِّقِيْنَ وَالْمُتَصَدِّقٰتِ وَالصَّاۤىِٕمِيْنَ وَالصّٰۤىِٕمٰتِ وَالْحٰفِظِيْنَ فُرُوْجَهُمْ وَالْحٰفِظٰتِ وَالذّٰكِرِيْنَ اللّٰهَ كَثِيْرًا وَّالذّٰكِرٰتِ اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا
Yang artinya:
Sesungguhnya muslim dan muslimat, mukmin dan mukminat, laki-laki dan perempuan yang taat, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan penyabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kemaluannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, untuk mereka Allah telah menyiapkan ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al-Ahzab:35)
Ayat ini menunjukkan bahwa wanita dihargai setara dengan laki-laki dalam iman, ibadah, dan balasan amal. Al-Qur’an juga memuliakan wanita sebagai makhluk terhormat yang memiliki martabat tinggi di sisi Allah dan dalam tatanan masyarakat.
Sebagai istri, wanita dihormati sebagai pasangan hidup yang membawa ketenangan dan kasih sayang. Allah berfirman:
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ
Yang artinya:
Di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah bahwa Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari (jenis) dirimu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir. (QS. Ar-Rum:21)
Ayat di atas menjelaskan bahwasannya Dia (Allah) menciptakan pasangan agar manusia memperoleh ketentraman serta menjadikan cinta dan rahmat di antara mereka. Ini menunjukkan bahwa istri bukan sekadar pendamping, tetapi sumber kedamaian dalam rumah tangga yang harus dihargai dan diperlakukan dengan baik.
Sebagai ibu, penghormatan wanita bahkan lebih tinggi lagi. Al-Qur’an mengingatkan bahwa seorang ibu mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, melahirkan sampai bertaruh dengan nyawa dan menyusui anaknya dengan penuh pengorbanan. Sebagaimana Allah berfirman:
وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ
Yang artinya:
Kami mewasiatkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. (Wasiat Kami,) “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu.” Hanya kepada-Ku (kamu) kembali. (QS. Luqman:14)
Ayat diatas menjadi dasar bahwa ibu memiliki kedudukan mulia karena jasa dan kasih sayangnya yang besar. Namun, meskipun peran sebagai istri dan ibu sangat dimuliakan, Islam tetap menghormati wanita sebagai pribadi yang utuh, baik ia menikah atau tidak. Wanita juga difitrahkan keistimewaan haid, haid salah satu fitrah yang Allah berikan untuk wanita, dengan adanya fitrah ini menandai balighnya seorang wanita, haid juga menjadi rukhsoh (keringanan) tidak wajib shalat dan tidak wajib puasa (harus diganti). Dengan demikian, penghormatan wanita dalam Islam mencakup seluruh aspek dirinya: sebagai hamba Allah, anggota masyarakat, istri, dan ibu, semuanya dihargai secara seimbang dan adil.