QS. At-Taubah: 119


QS. At-Taubah: 119

وَّعَلَى الثَّلٰثَةِ الَّذِيْنَ خُلِّفُوْاۗ حَتّٰٓى اِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ الْاَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ اَنْفُسُهُمْ وَظَنُّوْٓا اَنْ لَّا مَلْجَاَ مِنَ اللّٰهِ اِلَّآ اِلَيْهِۗ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوْبُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُࣖ ۝١١٨

Artinya:

Terhadap tiga orang yang ditinggalkan (dan ditangguhkan penerimaan tobatnya) hingga ketika bumi terasa sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas, dan jiwa mereka pun (terasa) sempit bagi mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksaan) Allah melainkan kepada-Nya saja, kemudian (setelah itu semua) Allah menerima tobat mereka agar mereka tetap dalam tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.

Penjelasan:

Ayat ini menegaskan bahwa kejujuran bukan sekadar akhlak, tetapi perintah langsung dari Allah. Kejujuran disejajarkan dengan ketakwaan, menunjukkan bahwa iman sejati tidak mungkin berdiri tanpa kejujuran.

Cakupan Makna:

-Jujur dalam ucapan
-Jujur dalam niat
-Jujur dalam perbuatan
-Jujur dalam hubungan sosial dan agama

Kesimpulan:
Kejujuran adalah fondasi ketakwaan dan identitas orang beriman.