Belajar merupakan kunci yang paling urgen dalam setiap usaha pendidikan. Tanpa belajar pendidikan tidak akan pernah terwujud. Sebagai suatu proses, belajar hampir selalu mendapat tempat yang luas dalam berbagai disiplin ilmu. Perubahan dan kemampuan untuk berubah merupakan batasan dan makna yang ada dalam belajar. Manusia adalah makhluk yang sangat jauh berbeda dengan makhluk manapun di dunia ini. Oleh karena itu ia dapat lebih jauh berbeda jika ia selalu mengupayakan belajar, sehingga terbebas dari stagnasi fungsinya sebagai khalifah Allah di bumi. Dengan belajar, manusia secara bebas dapat mengeksplorasi, memilih dan menetapkan keputusankeputusan penting.
Perkembangan dalam diri manusia tergantung pada proses belajar yang dilakukannya. Sejak manusia lahir, sudah mempunyai kecakapan, misalnya melihat sekeliling. Ini merupakan satu contoh bahwa manusia itu mempunyai potensi untuk melihat sesuatu, inilah yang disebut dengan belajar. Kecakapan manusia, sejak lahir, tidak akan terwujud dengan baik tanpa adanya upaya belajar maka tidak akan ada perkembangan dan peningkatan. Perkembangan manusia akan semakin baik dan berkualitas hal ini terpulang pada hasil proses perkembangan manusia, bagaimana ia belajar dan apa yang ia pelajari. Hal inilah yang akan menentukan masa depan peradaban manusia. E. L Thorndike, meramalkan jika kemampuannya belajar manusia dikurangi setengahnya saja maka peradaban yang ada sekarang initidak berguna untuk generasimendatang.
Belajar memiliki arti penting dalam mempertahankan kehidupan manusia. Kinerja akademik (academic performan) merupakan hasil belajar, di samping membawa manfaat juga membawa mudharat. Paling tidak belajar itu berfungsi untuk mempertahankan manusia. Dalam perspektif agama (Islam) belajar merupakan kewajiban bagi setiap individu yang beriman untuk memperoleh ilmu pengetahuan sebagai upaya untuk meningkatkan derajat kehidupan mereka.
Dra. Hj. Sakilah, M.Pd.: Belajar dalam Perspektif Islam Artinya:”…. Niscaya Allah akan meninggikan beberapa derajat kepada orang-orang yang beriman dan berilmu. Ilmu dalam ayat di atas tidak hanya sekedar ilmu agama, tetapi juga ilmu-ilmu lain yang sekiranya relevan dengan tuntutan kemajuan zaman dan bermanfaat, tentunya ilmu-ilmu yang positif. Dengan demikian, maka proses belajar dapat dilihat darisudut kinerja psikologisnya yang utuh dan menyeluruh, maka dalam proses belajar idealnya ditandai dengan adanya pengalaman psikologi baru yang positif, sehingga diharapkan dapat mengembangkan aneka ragam sifat, sikap dan kecakapan yang konstruktif.