Q.s Al-Alaq ayat 1-5


اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ۝

خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ ۝

اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ۝

الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ۝

عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ۝

 

“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia. Yang mengajar manusia dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”

 

Tafsir Quraish Shihab Singkat

Dalam surat ini terdapat ajakan untuk membaca dan belajar, dan bahwa Tuhan Yang mampu menciptakan manusia dari asal yang lemah akan mampu pula untuk mengajarkannya menulis–yang merupakan sarana penting untuk mengembangkan ilmu pengetahuan–dan mengajarkannya sesuatu yang belum pernah diketahuinya. Allahlah yang mengajarkan ilmu kepada manusia. Selain itu, surat ini mengingatkan kita bahwa kekayaan dan kekuasaan adakalanya dapat mendorong manusia untuk melanggar hukum dan ketentuan Allah, padahal semua kita pasti akan kembali kepada-Nya. Pembicaraan ini diarahkan kepada siapa saja yang layak mendapat peringatan, terutama orang-orang yang berlaku tiran dan menghalangi orang lain untuk berbuat baik. Mereka yang disebutkan terakhir ini diancam akan masuk neraka. Ketika itu, penolong-penolong mereka tidak akan berguna lagi. Akhirnya, surat ini ditutup dengan ajakan kepada mereka yang mematuhi dan melaksanakan perintah Allah untuk mengambil sikap yang berlawanan dengan para pembangkang dan pendusta, dan ajakan untuk mendekatkan diri dengan melakukan kataatan kepada Tuhan semesta alam.]] Bacalah, wahai Muhammad, apa yang telah diwahyukan kepadamu dengan mengawalinya dengan menyebut nama Tuhanmu yang memiliki kemampuan untuk mencipta.

 

Penjelasan

Ayat ini adalah wahyu pertama yang menandai awal risa lah Islam. Perintah membaca menunjukkan bahwa kehidupan manusia harus dibangun di atas ilmu. Membaca di sini tidak terbatas pada teks tertulis, tetapi mencakup membaca realitas, memahami pengalaman, dan mengamati tanda-tanda ciptaan Allah. Penyebutan nama Tuhan dalam perintah membaca menegaskan bahwa ilmu harus terikat dengan nilai ketuhanan dan akhlak.

Ayat-ayat ini juga mengingatkan asal-usul manusia yang lemah. Kesadaran ini membentuk sikap rendah hati dalam belajar. Ilmu tidak boleh melahirkan kesombongan. Penyebutan pena menunjukkan pentingnya tulisan, pendidikan, dan pewarisan ilmu. Peradaban manusia tumbuh melalui proses belajar yang berkelanjutan. Ilmu dalam Islam adalah anugerah Allah yang menjadi dasar kemajuan hidup manusia secara spiritual dan sosial.