وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban.”
Tafsir Quraish Sihab Singkat
Janganlah kalian ikuti, hai manusia, perkataan atau perbuatan yang kamu tidak ketahui. Jangan kamu ucapkan, “Aku telah mendengar,” padahal sebenarnya kamu tidak mendengar; atau “Aku telah mengetahui,” padahal kamu tidak mengetahui. Sesungguhnya, pada hari kiamat, nikmat yang berupa pendengaran, penglihatan dan hati akan dimintai pertanggungjawaban dari pemiliknya atas apa-apa yang telah diperbuatnya.
Penjelasan
Ayat ini menegaskan prinsip dasar dalam belajar dan mencari kebenaran. Seseorang dilarang mengikuti informasi tanpa dasar ilmu yang jelas. Belajar dalam Islam menuntut kejelasan sumber dan pemahaman yang benar.
Allah menyebut pendengaran, penglihatan, dan hati sebagai alat utama memperoleh ilmu. Ketiganya harus digunakan secara bertanggung jawab. Setiap informasi yang diterima dan disebarkan akan dimintai pertanggungjawaban. Ayat ini menanamkan sikap kritis, teliti, dan jujur dalam proses belajar.