قُل لَّوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِّكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَن تَنفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا
“Katakanlah, seandainya lautan menjadi tinta untuk menuliskan kalimat-kalimat Tuhanku, niscaya lautan itu akan habis sebelum habis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu pula.”
Tafsir Singkat Quraish Shihab
Katakanlah, wahai Rasul, kepada manusia, “Sesungguhnya ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu. Sekiranya air laut dijadikan tinta untuk menulis kalimat Allah yang menunjukkan ilmu dan hikmah-Nya, maka tinta itu akan habis sebelum habis kalimat Allah, meskipun ditambahkan lagi sebanyak itu.”
Penjelasan
Ayat ini menegaskan bahwa ilmu Allah tidak memiliki batas. Seluas apa pun pengetahuan manusia, tetap sangat kecil dibandingkan ilmu Allah. Karena itu, manusia tidak pantas merasa cukup dengan apa yang telah diketahui.
Belajar menjadi proses sepanjang hidup. Setiap tahap kehidupan membawa pelajaran baru. Ayat ini mendorong sikap rendah hati dalam ilmu dan semangat untuk terus belajar tanpa henti.