يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ
“Dia menganugerahkan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa dianugerahi hikmah, sungguh dia telah dianugerahi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang berakal.”
Tafsir Quraish Sihab Singkat
Dia memberi sifat bijak, berupa kebenaran dalam setiap perkataan dan perbuatan, kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Orang yang diberikan itu sesungguhnya telah memperoleh kebaikan dan kebijakan yang sangat banyak. Sebab, dengan sifat bijak, urusan dunia dan akhirat menjadi teratur. Hanya orang-orang yang berakal sehatlah yang mampu memetik pelajaran dan nasihat al-Qur’ân. Sebab akal sehat dapat mengetahui kebenaran hakiki tanpa dipengaruhi hawa nafsu
Penjelasan
Ayat ini menjelaskan bahwa hikmah adalah anugerah besar dari Allah. Hikmah bukan sekadar pengetahuan, tetapi kemampuan menggunakan ilmu secara tepat. Orang yang memiliki hikmah mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya dan mengambil keputusan dengan pertimbangan yang matang.
Allah menyebut hikmah sebagai kebaikan yang banyak. Ini menunjukkan bahwa dampak hikmah luas. Hikmah membawa manfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Hikmah lahir dari ilmu yang dipahami dan diamalkan. Ilmu tanpa hikmah mudah menyesatkan. Hikmah menjadikan ilmu bernilai dan bermakna dalam kehidupan.