QS. Al-Baqarah Ayat 44


أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

“Apakah Kamu menyuruh manusia berbuat kebaikan, sementara Kamu melupakan dirimu sendiri, padahal Kamu membaca Kitab. Tidakkah Kamu berpikir”.

Tafsir Singkat Quraish Shihab

Apakah kalian meminta orang lain untuk selalu berbuat kebajikan dan tetap dalam ketaatan serta menghindari kemaksiatan, sedangkan kalian tidak melaksanakan apa yang kalian katakan dan tidak berpegang teguh kepada apa yang kalian minta? Sebenarnya hal ini merupakan penyia-nyiaan terhadap diri sendiri. Kalian seakan-akan melupakan diri sendiri. Padahal, kalian sudah membaca Tawrât yang memuat ancaman, seandainya perkataan bertentangan dengan perbuatan. Bukankah kalian memiliki akal yang membentengi kalian dari perilaku yang hina itu?

Penjelasan
Ayat ini mengkritik ketidaksesuai antara ilmu dan perbuatan. Ilmu bukan sekadar hafalan ayat atau pemahaman teks. Ilmu menuntut pengamalan. Orang berilmu memikul tanggung jawab moral untuk menjadi teladan. Pengetahuan yang tidak diamalkan kehilangan nilainya. Al-Qur’an mengaitkan amanah ilmu dengan akal sehat dan kesadaran diri.