فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِن قَبْلِ أَن يُقْضَىٰ إِلَيْكَ وَحْيُهُ ۖ وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا
“Maka Mahatinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya. Dan janganlah engkau tergesa-gesa membaca Al-Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu. Dan katakanlah, Wahai Tuhanku, tambahkanlah aku ilmu.”
Penjelasan
Ayat ini menunjukkan bahwa proses belajar menuntut kesabaran dan kerendahan hati. Rasulullah diperintahkan untuk tidak tergesa-gesa dalam menerima wahyu. Ini menegaskan bahwa ilmu diperoleh melalui proses yang tertib dan tenang.
Doa yang diajarkan dalam ayat ini menunjukkan sikap seorang pencari ilmu. Seorang hamba mengakui keterbatasannya dan memohon tambahan ilmu kepada Allah. Ilmu bukan hasil usaha manusia semata, tetapi karunia Allah yang diberikan sesuai kehendak-Nya.
Ayat ini juga menegaskan bahwa menuntut ilmu adalah proses seumur hidup. Permohonan tambahan ilmu menunjukkan bahwa tidak ada titik akhir dalam belajar. Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin besar kesadarannya untuk terus belajar.