فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَىٰ إِلَيْكَ وَحْيُهُ ۖ وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا
“Maka Mahatinggi Allah Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau tergesa-gesa membaca Al-Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu. Dan katakanlah, ‘Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu.’’
Tafsir Singkat Quraish Shihab
Allah berada di atas segala prasangka, Mahasuci dari sifat serupa dengan makhluk-Nya, Maharaja yang dibutuhkan oleh para penguasa dan rakyat jelata. Ketuhanan dan keagungan-Nya mahabenar. Jangan tergesa-gesa, Muhammad, membaca al-Qur’ân sebelum malaikat menyampaikannya dengan sempurna kepadamu. Katakan, “Ya Tuhan, tambahlah ilmuku melalui al-Qur’ân dan pemahaman maknanya.”
Penjelasan
Ayat ini mengajarkan dua prinsip belajar. Pertama, tidak tergesa-gesa dalam memahami ilmu. Kedua, selalu memohon tambahan ilmu. Bahkan Nabi Muhammad diperintahkan untuk terus meminta ilmu. Ini menunjukkan bahwa proses belajar tidak pernah berhenti. Kerendahan hati menjadi kunci keberlanjutan belajar.