5 Azab bagi Orang yang Zalim, Naudzubillah Min Dzalik


5 Azab yang Didapatkan Orang Zalim

1. Tidak Diberikan Pertolongan di Dunia dan Akhirat
Azab dari para pelaku zalim yaitu tidak mendapat bantuan Allah, baik di dunia maupun akhirat. Hal ini bahkan ditegaskan oleh Allah dalam surat Hud ayat 113,

وَلَا تَرْكَنُوٓا۟ إِلَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ فَتَمَسَّكُمُ ٱلنَّارُ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِنْ أَوْلِيَآءَ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ

Artinya:

“Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan,”

2. Mendapat Kegelapan di Hari Kiamat Kelak
Azab lainnya yang akan diperoleh orang zalim ialah diberi kegelapan pada hari kiamat kelak. Kegelapan itu dilimpahkan langsung oleh Allah, Nabi SAW bersabda:

“Kezaliman adalah kegelapan pada hari kiamat,” (HR Bukhari dan Muslim).

3. Jauh dari Hidayah Allah

Pelaku zalim akan dijauhkan dari hidayah Allah. Hidayah adalah petunjuk Allah yang diberikan kepada umatnya, kecuali bagi mereka yang zalim.

4. Terancam Oleh Doa Orang yang Dizalimi
Orang-orang yang dizalimi akan diijabah doanya, apalagi ketika ia mendoakan keburukan bagi pelaku kezaliman. Nabi Muhammad bersabda,

“Dan berhati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah,” (HR Bukhari dan Muslim).

5. Mendatangkan Bencana dan Malapetaka
Ketika seseorang berbuat zalim, maka kezalimannya itu dapat mendatangkan bencana dan malapetaka. Dalam surat Hajj ayat 45, Allah berfirman:

فَكَأَيِّن مِّن قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَٰهَا وَهِىَ ظَالِمَةٌ فَهِىَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَبِئْرٍ مُّعَطَّلَةٍ وَقَصْرٍ مَّشِيدٍ

Arab latin: Fa ka`ayyim ming qaryatin ahlaknāhā wa hiya ẓālimatun fa hiya khāwiyatun ‘alā ‘urụsyihā wa bi`rim mu’aṭṭalatiw wa qaṣrim masyīd

Artinya: “Berapalah banyaknya kota yang Kami telah membinasakannya, yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota itu roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi,”