{"id":10,"date":"2026-07-05T08:17:29","date_gmt":"2026-07-05T08:17:29","guid":{"rendered":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kezaliman-tanahdanakhirat\/kategori-kezaliman-dalam-islam\/"},"modified":"2026-07-06T06:15:10","modified_gmt":"2026-07-06T06:15:10","slug":"kategori-kezaliman-dalam-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kezaliman-tanahdanakhirat\/kategori-kezaliman-dalam-islam\/","title":{"rendered":"Kategori Kezaliman dalam Islam"},"content":{"rendered":"<p data-path-to-node=\"0\">Dalam Islam, perbuatan zalim (aniaya atau menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya) dibagi menjadi tiga kategori utama. Pembagian ini didasarkan langsung pada penjelasan Rasulullah SAW.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"1\">Berikut adalah tiga kategori zalim dalam islam :<\/p>\n<p data-path-to-node=\"2\">1. Zalim yang Tidak Diampuni Allah (Syirik)<\/p>\n<p data-path-to-node=\"3\">Ini adalah kezaliman terbesar, yaitu menyekutukan Allah SWT dengan makhluk-Nya. Jika seseorang meninggal dalam keadaan syirik dan belum bertobat, Allah tidak akan mengampuni dosa tersebut. Dalam Al Quran di sebutkan di surah luqman:13. yaitu:<\/p>\n<p dir=\"rtl\" data-path-to-node=\"3\">\u0648\u064e\u0627\u0650\u0630\u0652 \u0642\u064e\u0627\u0644\u064e \u0644\u064f\u0642\u0652\u0645\u0670\u0646\u064f \u0644\u0650\u0627\u0628\u0652\u0646\u0650\u0647\u0656 \u0648\u064e\u0647\u064f\u0648\u064e \u064a\u064e\u0639\u0650\u0638\u064f\u0647\u0657 \u064a\u0670\u0628\u064f\u0646\u064e\u064a\u0651\u064e \u0644\u064e\u0627 \u062a\u064f\u0634\u0652\u0631\u0650\u0643\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u0650\u06d7 \u0627\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0634\u0651\u0650\u0631\u0652\u0643\u064e \u0644\u064e\u0638\u064f\u0644\u0652\u0645\u064c \u0639\u064e\u0638\u0650\u064a\u0652\u0645\u064c\u00a0\u06dd\u0661\u0663<\/p>\n<p dir=\"ltr\" data-path-to-node=\"3\">Artinya :<\/p>\n<p dir=\"ltr\" data-path-to-node=\"3\">(Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat dia menasihatinya, \u201cWahai anakku, janganlah mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu benar-benar kezaliman yang besar.\u201d<\/p>\n<p data-path-to-node=\"6\">2. Zalim yang Diampuni Allah (Zalim terhadap Diri Sendiri)<\/p>\n<p data-path-to-node=\"7\">Kezaliman ini terjadi ketika seorang Muslim melakukan dosa atau maksiat yang hubungannya langsung antara dirinya dengan Allah, seperti meninggalkan perintah agama atau melanggar larangan yang tidak merugikan orang lain. Allah bisa mengampuninya dengan tobat, istigfar, atau melalui amal-amal kebaikan.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"10\">3. Zalim yang Tidak Ditinggalkan oleh Allah (Zalim terhadap Sesama Manusia)<\/p>\n<p data-path-to-node=\"11\">Kezaliman ini berupa pelanggaran terhadap hak-hak orang lain, seperti menyakiti fisik, memakan harta orang lain secara batil, memfitnah, atau menumpahkan darah. Allah tidak akan membiarkan dosa ini selesai begitu saja sebelum korbannya memberikan maaf atau menuntut balas (qisas) di hari kiamat.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"17\">Kezaliman sesama manusia inilah yang paling sering menjebak seseorang, karena penentunya bukan lagi sekadar ampunan dari Allah, melainkan keridaan dari manusia yang disakiti.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam Islam, perbuatan zalim (aniaya atau menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya) dibagi menjadi tiga kategori utama. Pembagian ini didasarkan langsung pada penjelasan Rasulullah SAW. Berikut adalah tiga kategori zalim dalam islam : 1. Zalim yang Tidak Diampuni Allah (Syirik) Ini adalah kezaliman terbesar, yaitu menyekutukan Allah SWT dengan makhluk-Nya. Jika seseorang meninggal dalam keadaan syirik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":96,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-10","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kategori-kezaliman-dalam-islam"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kezaliman-tanahdanakhirat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kezaliman-tanahdanakhirat\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kezaliman-tanahdanakhirat\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kezaliman-tanahdanakhirat\/wp-json\/wp\/v2\/users\/96"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kezaliman-tanahdanakhirat\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kezaliman-tanahdanakhirat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":64,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kezaliman-tanahdanakhirat\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10\/revisions\/64"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kezaliman-tanahdanakhirat\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kezaliman-tanahdanakhirat\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kezaliman-tanahdanakhirat\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}