٢١ – حَدَّثَنَا عَبَّاسٌ الدُّورِيُّ وَغَيْرُ وَاحِدٍ قَالُوا: حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ الْمُقْرِئُ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ، حَدَّثَنِي أَبُو مَرْحُومٍ عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ مَيْمُونٍ، عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ الْجُهَنِيِّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
«مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ يَسْتَطِيعُ أَنْ يُنْفِذَهُ دَعَاهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى رُؤُوسِ الْخَلَائِقِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ فِي أَيِّ الْحُورِ شَاءَ
قَالَ: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيب
Telah menceritakan kepada kami ‘Abbas Ad-Duri dan tidak hanya satu orang (beberapa orang), mereka berkata: Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Yazid Al-Muqri’, telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Abi Ayyub, telah menceritakan kepadaku Abu Marhum ‘Abdurrahim bin Maimun, dari Sahl bin Mu’adz bin Anas Al-Juhani, dari ayahnya, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
“Barangsiapa yang menahan amarahnya padahal ia kuasa untuk meluapkannya, Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan seluruh makhluk, hingga Allah menyuruhnya memilih bidadari mana saja yang ia kehendaki.”
Ia (Abu ‘Isa At-Tirmidzi) berkata: Hadis ini derajatnya hasan gharib.
Penjelasan dan Asbābul Wurūd
Hadis ini merupakan motivasi Rasulullah ﷺ agar umat Islam mampu mengendalikan amarah, terutama ketika memiliki kekuasaan atau kesempatan untuk membalas. Tidak terdapat riwayat khusus mengenai asbābul wurūd hadis ini, namun beliau menjelaskan bahwa menahan amarah karena mengharap rida Allah merupakan amalan yang sangat mulia. Orang yang mampu mengendalikan emosinya akan memperoleh kehormatan dan pahala besar di hari kiamat sebagai balasan atas kesabaran dan kemuliaan akhlaknya.