Kata pengantar


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, hidayah, dan taufik-Nya, sehingga kajian yang berjudul  “Kajian Tematis Digital: Larangan Marah” ini dapat diselesaikan dengan baik. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Agung Muhammad ﷺ, yang telah menjadi uswatun hasanah dalam membentuk akhlak mulia bagi seluruh umat manusia.

Kajian ini disusun sebagai bentuk kontribusi ilmiah dalam menyajikan materi keislaman yang sistematis, mudah dipahami, dan berbasis pada sumber-sumber yang valid serta dapat dipertanggungjawabkan. Fokus utama dari tulisan ini adalah membedah sepuluh hadis pilihan dan empat ayat Al-Qur’an secara tematik (maudhu’i), guna memahami esensi pengendalian emosi dan manajemen amarah yang diajarkan dalam Islam.

Di dalam karya ini, pembaca akan menemukan ulasan mengenai batasan amarah, tuntunan praktis dari Rasulullah ﷺ dalam meredam emosi—seperti menjaga lisan dengan diam, berwudu, dan mengubah posisi tubuh—hingga keutamaan besar yang dijanjikan Allah bagi hamba-hamba-Nya yang mampu menahan diri. Harapan penulis, kajian ini tidak hanya menjadi literatur akademis, tetapi juga menjadi media pembelajaran praktis yang menginspirasi mahasiswa maupun masyarakat luas untuk membiasakan diri mengendalikan emosi, menjaga lisan, dan mengedepankan kelembutan dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis menyadari bahwa karya ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan di masa mendatang. Semoga karya kecil ini dapat mendatangkan manfaat, menjadi amal jariyah, serta membantu kita semua dalam mewujudkan pribadi yang berakhlak mulia dan hubungan sosial yang harmonis penuh kedamaian.

Bekasi, 7 Juli 2026

Penulis,

Indira Reva B.I