حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى الْأَزْدِيُّ الْبَصْرِيُّ . حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَابِقٍ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَّانِ وَلَا اللَّعَّانِ وَلَا الْفَاحِشِ وَلَا الْبَذِيءِ .
قَالَ أَبُو عِيسَى : هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ ، وَقَدْ رُوِيَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ مِنْ غَيْرِ هَذَا الْوَجْهِ .
Jalur Periwayatan (Sanad)
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya Al-Azdi Al-Bashri.
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Sabiq, dari Israil, dari Al-A’masy, dari Ibrahim, dari ‘Alqamah, dari ‘Abdullah (bin Mas’ud) radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
Sabda Rasulullah ﷺ (Matan)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seorang mukmin itu bukanlah orang yang suka mencela (menjatuhkan kehormatan orang lain), bukan orang yang suka melaknat, bukan orang yang suka berbuat/berkata keji, dan bukan pula orang yang suka berkata kotor (kasar).”
Komentar Imam At-Tirmidzi
Abu ‘Isa (Imam At-Tirmidzi) berkata: “Hadis ini derajatnya hasan gharib, dan sungguh telah diriwayatkan pula dari ‘Abdullah dari jalur (sanad) yang lain.”
Penjelasan dan Asbābul Wurūd
Hadis ini merupakan bimbingan Rasulullah ﷺ tentang akhlak seorang mukmin. Tidak terdapat riwayat khusus mengenai asbābul wurūd hadis ini, namun beliau mengingatkan bahwa iman yang sempurna tercermin dari lisan yang baik. Ketika seseorang marah, ia sering mengucapkan kata-kata kasar atau mencela orang lain. Karena itu, Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa seorang mukmin sejati mampu menjaga lisannya meskipun sedang emosi.