الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Artinya:
“(Yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”
Penjelasan dan Asbābun Nuzūl
Ayat ini merupakan bagian dari rangkaian ayat yang mendorong kaum mukmin untuk berlomba-lomba meraih ampunan dan surga setelah peristiwa Perang Uhud. Sebagian kaum muslimin saat itu merasa sedih dan menyesal atas kesalahan yang terjadi dalam peperangan. Allah kemudian menjelaskan sifat-sifat orang bertakwa, di antaranya gemar berinfak, mampu menahan amarah, memaafkan kesalahan orang lain, dan selalu berbuat ihsan. Ayat ini menegaskan bahwa mengendalikan emosi dan memaafkan merupakan ciri utama orang yang dicintai Allah.