QS. An-Nisa: 28


يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّخَفِّفَ عَنْكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْاِنْسَانُ ضَعِيْفًا

“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia diciptakan (dalam keadaan) lemah.” 

Tafsir Ringkas :

  • Allah juga hendak memberikan keringanan atas beban yang dipikulkan-Nya kepadamu. Oleh sebab itu, ketahuilah bahwa karena manusia diciptakan oleh Allah dalam keadaan bersifat lemah, maka tidak ada hukum-Nya yang di luar kemampuan manusia untuk memikulnya.

Tafsir Tahlili :

  • Allah menghendaki keringanan bagi kaum Muslimin, karena itu membolehkan mereka yang kurang sanggup memberi belanja kepada perempuan merdeka untuk menikahi seorang hamba sahaya. Allah memberitahukan pula bahwa manusia itu diciptakan dalam keadaan lemah, terutama dalam menghadapi godaan hawa nafsunya. Oleh karenanya hendaklah kaum Muslimin menjaga dirinya agar jangan sampai melakukan pelanggaran, seperti berzina dan lain sebagainya. Ini semua dalam rangka membentengi manusia dari pengaruh setan dan hawa nafsu yang dapat menjerumuskannya. Manusia harus menyadari kelemahan dirinya, karena itu perlu membentengi diri dengan iman yang kuat dan perlu mengetahui tuntunan Allah dan cara-cara mengatasi godaan hawa nafsunya.

Kesimpulan :

  • Ayat ini menunjukkan bahwa Allah memberi kemudahan kepada kaum Muslimin karena memahami kelemahan manusia, terutama dalam menghadapi hawa nafsu. Oleh sebab itu, Allah membolehkan jalan yang lebih ringan, seperti menikahi hamba sahaya bagi yang belum mampu menikahi perempuan merdeka, agar terhindar dari perbuatan dosa seperti zina. Manusia harus menyadari bahwa dirinya lemah dan mudah tergoda, sehingga perlu menjaga diri dengan iman yang kuat, mengikuti petunjuk Allah, dan menjauhi godaan setan. Semua kemudahan ini bertujuan untuk melindungi manusia agar tetap berada di jalan yang benar dan hidup dengan kehormatan.