قَالَ اِنَّمَآ اَشْكُوْا بَثِّيْ وَحُزْنِيْٓ اِلَى اللّٰهِ وَاَعْلَمُ مِنَ اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
“Dia (Ya‘qub) menjawab, “Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.”
Tafsir Ringkas :
- Ucapan sinis anak-anaknya diterima oleh Nabi Yakub dengan penuh kesabaran. Dia menjawab, “Hanya kepada Allah aku tanpa jemu dan bosan mengadukan seluruh kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui berkat rahmat dan karunia dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.”
Tafsir Tahlili :
- Pada ayat ini, Allah menceritakan jawaban Nabi Yakub kepada anak-anaknya. Ia berkata, “Wahai anak-anakku janganlah kalian mencela dan mencercaku. Aku tidak pernah mengadu kepadamu sekalian, begitu juga kepada manusia yang lain tentang kesedihan dan kesusahanku. Aku mengadu dan menyampaikan keluhan atas musibah yang menimpaku hanya kepada Allah swt. Kepada-Nya aku meminta perlindungan dan memohon untuk menghilangkan kesusahan dan kesedihan itu. Biarkanlah aku bermunajat dengan Tuhanku. Aku mengetahui dari wahyu yang diberikan Allah kepadaku bahwa Yusuf itu masih hidup dan tetap memperoleh rezeki. Ia adalah manusia pilihan Allah. Dia akan menyempurnakan nikmat-Nya kepada Yusuf dan keluarga Yakub. Semua itu tidak kalian ketahui, bahkan mengira bahwa Yusuf itu telah mati.”
Kesimpulan :
- Ayat ini mengajarkan bahwa Nabi Yakub hanya mengadukan kesedihan dan penderitaannya kepada Allah, bukan kepada manusia. Beliau tetap sabar, tenang, dan penuh harapan meskipun mengalami cobaan yang sangat berat. Nabi Yakub yakin bahwa Allah Maha Mengetahui dan Maha Menolong, serta percaya bahwa Yusuf masih hidup dan berada dalam penjagaan Allah. Dari kisah ini dipahami bahwa dalam menghadapi kesedihan dan masalah hidup, seorang mukmin seharusnya berserah diri kepada Allah, terus berdoa, dan tidak berputus asa dari rahmat-Nya, meskipun keadaan terlihat sangat sulit.