{"id":30,"date":"2026-01-23T08:50:18","date_gmt":"2026-01-23T08:50:18","guid":{"rendered":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kumpulan-ayat-rofi\/qs-at-taubah-38\/"},"modified":"2026-01-23T08:50:18","modified_gmt":"2026-01-23T08:50:18","slug":"qs-at-taubah-38","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kumpulan-ayat-rofi\/qs-at-taubah-38\/","title":{"rendered":"QS. At-Taubah: 38"},"content":{"rendered":"<p dir=\"rtl\">\u064a\u0670\u0653\u0627\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0670\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0627\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0652\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0646\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0652 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u0650 \u0627\u062b\u0651\u064e\u0627\u0642\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0627\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0627\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650\u06d7 \u0627\u064e\u0631\u064e\u0636\u0650\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u0670\u0648\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0627\u0670\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650\u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u0670\u0648\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0641\u0650\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0627\u0670\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0652\u0644\u064c<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><em>&#8220;Wahai orang-orang yang beriman, mengapa ketika dikatakan kepada kamu, \u201cBerangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah,\u201d kamu merasa berat dan cenderung pada (kehidupan) dunia? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan dunia daripada akhirat? Padahal, kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.&#8221;<\/em><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Tafsir Ringkas :\u00a0<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li dir=\"ltr\">Ayat yang lalu memerintahkan untuk memerangi kaum musyrik yang menyerang mereka di mana saja dan kapan saja, maka ayat ini menje-laskan salah satu peperangan itu, yakni perang Tabuk yang terjadi pada tahun ke-9 Hijriah. Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kalian bermalas-malasan apabila dikatakan kepada kamu, \u201cBerangkatlah untuk berperang di jalan Allah.\u201d Dengan adanya perintah perang ini kamu me-rasa berat dan ingin tinggal di tempatmu karena takut menghadapi musuh dengan jumlah yang lebih besar ditambah kondisi yang sangat panas, sementara itu pohon kurma sudah mulai berbuah? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia yang sementara dan tidak kekal daripada kehidupan di akhirat yang kekal abadi? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini, sebanyak apa pun jika dibandingkan dengan kehidupan di akhirat hanyalah sedikit dan tidak berguna.<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Tafsir Tahlili :<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Pada tahun ke-9 Hijri, Nabi Muhammad saw memerintahkan kaum Muslimin agar bersiap-siap menghadapi serangan orang-orang Nasrani di Tabuk, suatu tempat yang terletak antara Medinah dengan Damaskus, lebih kurang 610 km dari Medinah dan 692 km dari Damaskus. Pada saat sekarang berada di wilayah Kerajaan Saudi Arabia, daerah perbatasan dengan Yordania. Perintah persiapan ini didasarkan atas berita yang sampai kepada kaum Muslimin dari kaum Nib\u1e6di yang membawa dagangan minyak negeri Syam, bahwa bangsa Romawi bersama kaum Nasrani Arab yang terdiri dari kaum Lakhm, Ju\u017cam dan lain-lain yang jumlahnya kira-kira 40 ribu orang, lengkap dengan persenjataan dan perbekalan serta dipimpin seorang panglima besar bernama Qubaz telah siap untuk menyerbu kota Medinah, memerangi kaum Muslimin. Barisan perintis mereka sudah sampai di perbatasan yang bernama Baqlas. Merupakan kebiasaan Nabi Muhammad saw apabila akan menghadapi perang, demi kemaslahatan ia merahasiakan hal-hal yang berhubungan dengan peperangan. Tetapi kali ini Nabi Muhammad saw secara terbuka memberi tahu kaum Muslimin tentang keadaan yang serba sulit dan susah, serta kekurangan, jauhnya jarak yang ditempuh, dan jumlah bala tentara dan kekuatan musuh yang akan dihadapi, agar mereka benar-benar mengadakan persiapan yang mantap. Kaum Muslimin yang imannya teguh, kuat membaja, tanpa memikir keadaan yang serba sulit serta menyedihkan, bersiap-siap menunggu komando pemberangkatan. Para dermawan tidak segan-segan menyumbang-kan kekayaannya untuk kepentingan jihad fisabilillah. U\u1e61man bin Affan menyumbang 10.000 dinar, 300 unta, lengkap dengan persenjataannya dan 50 kuda. Abu Bakar as-Siddiq menyumbangkan semua kekayaannya yaitu 4.000 dirham. Nabi Muhammad saw bertanya, \u201cApakah masih ada sesuatu yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?\u201d Beliau menjawab, \u201cYang saya tinggalkan untuk keluargaku ialah Allah dan Rasul-Nya.\u201d Umar bin Kha\u1e6d\u1e6dab menyumbang seperdua dari harta kekayaannya. A\u1e63im bin \u2018Adi menyumbangkan 70 wasaq kurma (satu wasaq = 60 gantang, 150 liter). Kaum ibu juga tidak mau ketinggalan: perhiasan emas mereka berupa gelang, anting-anting, kalung, dan lain sebagainya, disumbangkan dengan penuh keikhlasan demi suksesnya perjuangan kaum Muslimin. Setelah segala sesuatunya dianggap siap, berangkatlah Nabi Muhammad saw memimpin sebuah ekspedisi bersama 30.000 orang menuju Tabuk. Muhammad bin Maslamah ditunjuk oleh Rasulullah saw untuk mengurus kota Medinah dan beliau mempercayakan kepada Ali bin Abi \u1e6calib mengurus rumah tangganya. Di samping itu ada beberapa tentara Muslimin yang bermalas-malasan dan enggan ikut serta pergi ke Tabuk dengan dalih antara lain, bahwa belum lama mereka kembali dari Perang \u1e24unain dan \u1e6caif. Juga pada waktu itu musim panas sedang sangat teriknya, musim paceklik, sukar memperoleh kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan lain sebagainya. Karena sulitnya mendapat makanan sebiji kurma dibagikan untuk makanan dua orang, sedang pada waktu itu buah-buahan di Medinah seperti kurma sudah mulai masak, dan tak lama lagi bisa dipetik. Ayat ini mencela dan mengutuk perbuatan orang-orang yang enggan berperang meskipun situasi memang sangat sulit. Dari kejadian ini dapat diketahui dengan jelas, siapa di antara kaum Muslimin yang benar-benar beriman, dan siapa di antara mereka yang munafik, yang hanya pura-pura beriman. Salah satu tanda bahwa iman seseorang itu benar ialah dia rela mengorbankan harta dan kalau perlu jiwanya untuk jihad di jalan Allah, sebagaimana firman Allah swt: \u0627\u0650\u0646\u0651\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0652\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0670\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u0650 \u0648\u064e\u0631\u064e\u0633\u064f\u0648\u0652\u0644\u0650\u0647\u0656 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0644\u064e\u0645\u0652 \u064a\u064e\u0631\u0652\u062a\u064e\u0627\u0628\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0648\u064e\u062c\u064e\u0627\u0647\u064e\u062f\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0628\u0650\u0627\u064e\u0645\u0652\u0648\u064e\u0627\u0644\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0648\u064e\u0627\u064e\u0646\u0652\u0641\u064f\u0633\u0650\u0647\u0650\u0645\u0652 \u0641\u0650\u064a\u0652 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u0650 \u06d7 \u0627\u064f\u0648\u0644\u0670\u06e4\u0649\u0655\u0650\u0643\u064e \u0647\u064f\u0645\u064f \u0627\u0644\u0635\u0651\u0670\u062f\u0650\u0642\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e \u0661\u0665 Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. (al-\u1e24ujur\u0101t\/49: 15) Sedangkan orang-orang munafik yang hanya pura-pura beriman, lebih mengutamakan kesenangan hidup di dunia daripada kebahagiaan di akhirat kelak yang sifatnya kekal abadi. Padahal kesenangan di dunia bagaimanapun hebatnya tidaklah mempunyai arti apa-apa jika dibandingkan dengan kebahagiaan di akhirat. Sabda Rasulullah saw: \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u0650 \u0645\u064e\u0627 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0641\u0650\u0649 \u0627\u0652\u0644\u0627\u0670\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0650\u0644\u0627\u0651\u064e \u0643\u064e\u0645\u064e\u0627 \u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064f \u0623\u064e\u062d\u064e\u062f\u064f\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0623\u064f\u0635\u0652\u0628\u064f\u0639\u064e\u0647\u064f \u0641\u0650\u0649 \u0627\u0644\u0652\u064a\u064e\u0645\u0651\u0650 \u062b\u064f\u0645\u0651\u064e \u0631\u064e\u0641\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f \u0641\u064e\u0644\u0652\u064a\u064e\u0646\u0652\u0638\u064f\u0631\u0652 \u0628\u0650\u0645\u064e \u064a\u064e\u0631\u0652\u062c\u0650\u0639\u064f (\u0631\u0648\u0627\u0647 \u0645\u0633\u0644\u0645 \u0648\u0623\u062d\u0645\u062f \u0648\u0627\u0644\u062a\u0631\u0645\u0630\u064a \u0639\u0646 \u0627\u0644\u0645\u0633\u0648\u0631) Demi Allah tiadalah dunia ini (jika dibandingkan) dengan akhirat kecuali (hanya) seperti salah seorang kamu yang mencelupkan jarinya ke dalam laut, kemudian diangkatnya. Maka lihatlah apa yang hanya terbawa oleh jarinya. (Riwayat Muslim, A\u1e25mad dan at-Tirmi\u017c\u012b dari al-Miswar)<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Kesimpulan :<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Peristiwa Perang Tabuk menunjukkan ujian iman yang sangat berat bagi kaum Muslimin. Dalam kondisi yang serba sulit\u2014jarak yang jauh, cuaca panas, kekurangan bekal, dan ancaman musuh yang besar\u2014Rasulullah saw tetap mengajak kaum Muslimin untuk bersiap dengan jujur dan terbuka. Orang-orang yang imannya kuat menyambut seruan ini dengan penuh semangat dan keikhlasan, bahkan rela mengorbankan harta dan kenyamanan demi jihad di jalan Allah. Sebaliknya, orang-orang munafik mencari alasan untuk tidak ikut berjuang karena lebih mencintai kesenangan dunia.<\/li>\n<li>Dari peristiwa ini dapat dipahami bahwa iman yang sejati ditunjukkan dengan kesediaan berkorban, baik harta maupun diri, demi ketaatan kepada Allah. Dunia hanyalah sementara dan nilainya sangat kecil dibandingkan kebahagiaan akhirat. Karena itu, seorang mukmin sejati akan mendahulukan ridha Allah dan keselamatan akhirat daripada kenyamanan hidup di dunia.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u064a\u0670\u0653\u0627\u064e\u064a\u0651\u064f\u0647\u064e\u0627 \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0627\u0670\u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0627\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0642\u0650\u064a\u0652\u0644\u064e \u0644\u064e\u0643\u064f\u0645\u064f \u0627\u0646\u0652\u0641\u0650\u0631\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0641\u0650\u064a\u0652 \u0633\u064e\u0628\u0650\u064a\u0652\u0644\u0650 \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u0650 \u0627\u062b\u0651\u064e\u0627\u0642\u064e\u0644\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0627\u0650\u0644\u064e\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0627\u064e\u0631\u0652\u0636\u0650\u06d7 \u0627\u064e\u0631\u064e\u0636\u0650\u064a\u0652\u062a\u064f\u0645\u0652 \u0628\u0650\u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u0670\u0648\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u064e \u0627\u0644\u0652\u0627\u0670\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650\u06da \u0641\u064e\u0645\u064e\u0627 \u0645\u064e\u062a\u064e\u0627\u0639\u064f \u0627\u0644\u0652\u062d\u064e\u064a\u0670\u0648\u0629\u0650 \u0627\u0644\u062f\u0651\u064f\u0646\u0652\u064a\u064e\u0627 \u0641\u0650\u0649 \u0627\u0644\u0652\u0627\u0670\u062e\u0650\u0631\u064e\u0629\u0650 \u0627\u0650\u0644\u0651\u064e\u0627 \u0642\u064e\u0644\u0650\u064a\u0652\u0644\u064c &#8220;Wahai orang-orang yang beriman, mengapa ketika dikatakan kepada kamu, \u201cBerangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah,\u201d kamu merasa berat dan cenderung pada (kehidupan) dunia? Apakah kamu lebih menyenangi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[13],"tags":[],"class_list":["post-30","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-6-kelelahan-spiritual-karena-beratnya-panggilan-hidup"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kumpulan-ayat-rofi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kumpulan-ayat-rofi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kumpulan-ayat-rofi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kumpulan-ayat-rofi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kumpulan-ayat-rofi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=30"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kumpulan-ayat-rofi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/30\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kumpulan-ayat-rofi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=30"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kumpulan-ayat-rofi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=30"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kumpulan-ayat-rofi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=30"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}