{"id":65,"date":"2026-01-24T02:04:36","date_gmt":"2026-01-24T02:04:36","guid":{"rendered":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kumpulan-ayat-rofi\/qs-al-maarij-19-21\/"},"modified":"2026-01-24T02:04:36","modified_gmt":"2026-01-24T02:04:36","slug":"qs-al-maarij-19-21","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kumpulan-ayat-rofi\/qs-al-maarij-19-21\/","title":{"rendered":"QS. Al-Ma\u2018arij: 19\u201321"},"content":{"rendered":"<p dir=\"rtl\">\u0627\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0627\u0650\u0646\u0652\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u062e\u064f\u0644\u0650\u0642\u064e \u0647\u064e\u0644\u064f\u0648\u0652\u0639\u064b\u0627\u06d9, \u0627\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0631\u0651\u064f \u062c\u064e\u0632\u064f\u0648\u0652\u0639\u064b\u0627\u06d9, \u0648\u0651\u064e\u0627\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0652\u0639\u064b\u0627\u06d9<\/p>\n<p dir=\"ltr\"><em>&#8220;Sesungguhnya manusia diciptakan dengan sifat keluh kesah lagi kikir.Apabila ditimpa keburukan (kesusahan), ia berkeluh kesah. Apabila mendapat kebaikan (harta), ia amat kikir,&#8221;<\/em><\/p>\n<p dir=\"ltr\"><strong>Tafsir Ringkas :\u00a0<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li dir=\"ltr\">Setelah diuraikan tentang orang-orang yang durhaka, kini diuraikan sebab-sebab kedurhakaan mereka, yaitu adanya sifat buruk pada manusia: Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh lagi kikir.<\/li>\n<li dir=\"ltr\">Apabila dia ditimpa sedikit kesusahan atau musibah, dia berkeluh kesah,<\/li>\n<li dir=\"ltr\">dan apabila mendapat kebaikan harta yaitu keluasan rezeki, dia menjadi sangat kikir,<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Tafsir Tahlili :\u00a0<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Dalam ayat ini dijelaskan bahwa manusia memiliki sifat suka berkeluh kesah dan kikir. Namun, sifat ini dapat diubah jika menuruti petunjuk Tuhan yang dinyatakan-Nya dalam ayat 22 sampai 24 surah ini. Manusia yang tidak mempedulikan petunjuk Tuhan dan seruan rasul adalah orang yang sesat. Firman Allah:<br \/>\n\u0648\u064e\u0645\u064e\u0627\u0653 \u0627\u064e\u0643\u0652\u062b\u064e\u0631\u064f \u0627\u0644\u0646\u0651\u064e\u0627\u0633\u0650 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0648\u0652 \u062d\u064e\u0631\u064e\u0635\u0652\u062a\u064e \u0628\u0650\u0645\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0661\u0660\u0663<br \/>\nDan kebanyakan manusia tidak akan beriman walaupun engkau sangat menginginkannya. (Y\u016bsuf\/12: 103)<\/p>\n<p>Manusia bisa sesat dari jalan Allah karena sifatnya yang tergesa-gesa, gelisah, dan kikir. Hal ini bukanlah ketentuan dari Allah terhadapnya, tetapi mereka menjadi mukmin atau menjadi kafir karena usaha dan pilihan mereka sendiri.<br \/>\n\u0647\u064f\u0648\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0652 \u062e\u064e\u0644\u064e\u0642\u064e\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0641\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0643\u064e\u0627\u0641\u0650\u0631\u064c \u0648\u0651\u064e\u0645\u0650\u0646\u0652\u0643\u064f\u0645\u0652 \u0645\u0651\u064f\u0624\u0652\u0645\u0650\u0646\u064c\u06d7 \u0648\u064e\u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u062a\u064e\u0639\u0652\u0645\u064e\u0644\u064f\u0648\u0652\u0646\u064e \u0628\u064e\u0635\u0650\u064a\u0652\u0631\u064c \u0662<br \/>\nDialah yang menciptakan kamu, lalu di antara kamu ada yang kafir dan di antara kamu (juga) ada yang mukmin. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (at-Tag\u0101bun\/64: 2)<\/p>\n<p>Kepada manusia dibentangkan jalan lurus menuju keridaan Allah dan kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat seperti yang disampaikan Rasulullah, sebagaimana yang termuat dalam Al-Qur\u2019an dan hadis. Di samping itu, terbentang pula jalan yang sesat, jalan yang dimurkai Allah dan menuju ke tempat yang penuh derita dan sengsara di akhirat. Manusia boleh memilih salah satu dari kedua jalan itu; jalan mana yang akan ditempuhnya, apakah jalan yang lurus atau jalan yang sesat. Kemudian mereka diberi balasan sesuai dengan pilihan mereka.<\/li>\n<li>Jika manusia ditimpa kesusahan, mereka tidak sabar dan tabah, kadang-kadang berputus asa. Akan tetapi, jika memperoleh rezeki dan karunia yang banyak dari Allah, ia menjadi kikir. Kegelisahan dan kekikiran itu timbul pada diri manusia lantaran mereka tidak beriman dengan sungguh-sungguh kepada Allah. Ia merasa seakan-akan dirinya terpencil, tidak ada sesuatu pun yang dapat menolongnya dalam kesukaran itu. Namun apabila mendapat rezeki, ia merasa bahwa rezeki itu diperolehnya semata-mata karena usahanya sendiri, tanpa pertolongan dari orang lain. Mereka beranggapan bahwa rezeki dan karunia yang diperolehnya itu bukan karunia dari Allah. Oleh karena itu, timbullah sifat kikir. Lain halnya dengan orang yang beriman. Ia percaya bahwa segala yang datang kepadanya merupakan ujian dan cobaan dari Allah, baik yang datang itu berupa penderitaan maupun kesenangan. Cobaan itu diberikan kepadanya untuk menguji dan menambah kuat imannya. Oleh karena itu, ia tetap tabah dan sabar dalam menerima semua cobaan, serta bertobat kepada Allah dengan tobat yang sesungguhnya jika ada kesalahan yang telah dilakukannya. Sebaliknya jika ia menerima rahmat dan karunia dari Allah, ia bersyukur kepada-Nya dan merasa dirinya terikat dengan rahmat itu. Kemudian ia mengeluarkan hak orang lain atau hak Allah yang ada dalam hartanya itu, sebagaimana yang telah dilakukan Nabi Ayub:<\/li>\n<li>Jika manusia ditimpa kesusahan, mereka tidak sabar dan tabah, kadang-kadang berputus asa. Akan tetapi, jika memperoleh rezeki dan karunia yang banyak dari Allah, ia menjadi kikir. Kegelisahan dan kekikiran itu timbul pada diri manusia lantaran mereka tidak beriman dengan sungguh-sungguh kepada Allah. Ia merasa seakan-akan dirinya terpencil, tidak ada sesuatu pun yang dapat menolongnya dalam kesukaran itu. Namun apabila mendapat rezeki, ia merasa bahwa rezeki itu diperolehnya semata-mata karena usahanya sendiri, tanpa pertolongan dari orang lain. Mereka beranggapan bahwa rezeki dan karunia yang diperolehnya itu bukan karunia dari Allah. Oleh karena itu, timbullah sifat kikir. Lain halnya dengan orang yang beriman. Ia percaya bahwa segala yang datang kepadanya merupakan ujian dan cobaan dari Allah, baik yang datang itu berupa penderitaan maupun kesenangan. Cobaan itu diberikan kepadanya untuk menguji dan menambah kuat imannya. Oleh karena itu, ia tetap tabah dan sabar dalam menerima semua cobaan, serta bertobat kepada Allah dengan tobat yang sesungguhnya jika ada kesalahan yang telah dilakukannya. Sebaliknya jika ia menerima rahmat dan karunia dari Allah, ia bersyukur kepada-Nya dan merasa dirinya terikat dengan rahmat itu. Kemudian ia mengeluarkan hak orang lain atau hak Allah yang ada dalam hartanya itu, sebagaimana yang telah dilakukan Nabi Ayub: \u06de \u0648\u064e\u0627\u064e\u064a\u0651\u064f\u0648\u0652\u0628\u064e \u0627\u0650\u0630\u0652 \u0646\u064e\u0627\u062f\u0670\u0649 \u0631\u064e\u0628\u0651\u064e\u0647\u0657\u0653 \u0627\u064e\u0646\u0651\u0650\u064a\u0652 \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u0646\u0650\u064a\u064e \u0627\u0644\u0636\u0651\u064f\u0631\u0651\u064f \u0648\u064e\u0627\u064e\u0646\u0652\u062a\u064e \u0627\u064e\u0631\u0652\u062d\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0631\u0651\u064e\u0627\u062d\u0650\u0645\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u06da \u0668\u0663 \u0641\u064e\u0627\u0633\u0652\u062a\u064e\u062c\u064e\u0628\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0644\u064e\u0647\u0657 \u0641\u064e\u0643\u064e\u0634\u064e\u0641\u0652\u0646\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0627 \u0628\u0650\u0647\u0656 \u0645\u0650\u0646\u0652 \u0636\u064f\u0631\u0651\u064d \u0648\u0651\u064e\u0627\u0670\u062a\u064e\u064a\u0652\u0646\u0670\u0647\u064f \u0627\u064e\u0647\u0652\u0644\u064e\u0647\u0657 \u0648\u064e\u0645\u0650\u062b\u0652\u0644\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0645\u0651\u064e\u0639\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0645\u0650\u0651\u0646\u0652 \u0639\u0650\u0646\u0652\u062f\u0650\u0646\u064e\u0627 \u0648\u064e\u0630\u0650\u0643\u0652\u0631\u0670\u0649 \u0644\u0650\u0644\u0652\u0639\u0670\u0628\u0650\u062f\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u06da \u0668\u0664 Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, \u201c(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.\u201d Maka Kami kabulkan (doa)nya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami. (al-Anbiy\u0101&#8217;\/21: 83-84) Orang yang beriman tidak akan bersedih hati dan putus asa terhadap urusan dunia yang luput darinya, dan tidak akan berpengaruh pada jiwanya, karena ia yakin kepada Qada dan Qadar Allah. Belum tentu yang dikira buruk itu, buruk pula di sisi Allah, dan yang dikira baik itu, baik pula di sisi-Nya. Mungkin sebaliknya, yang dikira buruk itu, baik di sisi Allah dan yang kelihatannya baik itu adalah buruk di sisi Allah. Ia yakin benar hal yang demikian, karena dinyatakan Allah dalam firman-Nya: \u0641\u064e\u0627\u0650\u0646\u0652 \u0643\u064e\u0631\u0650\u0647\u0652\u062a\u064f\u0645\u064f\u0648\u0652\u0647\u064f\u0646\u0651\u064e \u0641\u064e\u0639\u064e\u0633\u0670\u0653\u0649 \u0627\u064e\u0646\u0652 \u062a\u064e\u0643\u0652\u0631\u064e\u0647\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0634\u064e\u064a\u0652\u0640\u0654\u064b\u0627 \u0648\u0651\u064e\u064a\u064e\u062c\u0652\u0639\u064e\u0644\u064e \u0627\u0644\u0644\u0651\u0670\u0647\u064f \u0641\u0650\u064a\u0652\u0647\u0650 \u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0643\u064e\u062b\u0650\u064a\u0652\u0631\u064b\u0627 \u0661\u0669 Jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan kebaikan yang banyak padanya. (an-Nis\u0101\u2019\/4: 19) Adapun orang kafir tidak mempunyai kepercayaan yang demikian. Mereka tidak percaya bahwa suka dan duka yang didatangkan Allah kepada seseorang merupakan cobaan Allah kepadanya. Mereka beranggapan bahwa hal itu merupakan malapetaka baginya. Ketika dalam keadaan senang dan gembira, mereka hanya melihat seakan-akan diri mereka sajalah yang ada, sedangkan yang lain tidak ada, sebagaimana firman Allah: \u0644\u064e\u0627 \u064a\u064e\u0633\u0652\u0640\u0654\u064e\u0645\u064f \u0627\u0644\u0652\u0627\u0650\u0646\u0652\u0633\u064e\u0627\u0646\u064f \u0645\u0650\u0646\u0652 \u062f\u064f\u0639\u064e\u0627\u06e4\u0621\u0650 \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u0650\u06d6 \u0648\u064e\u0627\u0650\u0646\u0652 \u0645\u0651\u064e\u0633\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0631\u0651\u064f \u0641\u064e\u064a\u064e\u0640\u0654\u064f\u0648\u0652\u0633\u064c \u0642\u064e\u0646\u064f\u0648\u0652\u0637\u064c \u0664\u0669 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0649\u0655\u0650\u0646\u0652 \u0627\u064e\u0630\u064e\u0642\u0652\u0646\u0670\u0647\u064f \u0631\u064e\u062d\u0652\u0645\u064e\u0629\u064b \u0645\u0651\u0650\u0646\u0651\u064e\u0627 \u0645\u0650\u0646\u0652\u06e2 \u0628\u064e\u0639\u0652\u062f\u0650 \u0636\u064e\u0631\u0651\u064e\u0627\u06e4\u0621\u064e \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u062a\u0652\u0647\u064f \u0644\u064e\u064a\u064e\u0642\u064f\u0648\u0652\u0644\u064e\u0646\u0651\u064e \u0647\u0670\u0630\u064e\u0627 \u0644\u0650\u064a\u0652\u06d9 \u0648\u064e\u0645\u064e\u0627\u0653 \u0627\u064e\u0638\u064f\u0646\u0651\u064f \u0627\u0644\u0633\u0651\u064e\u0627\u0639\u064e\u0629\u064e \u0642\u064e\u0627\u06e4\u0649\u0655\u0650\u0645\u064e\u0629\u064b\u06d9 \u0648\u0651\u064e\u0644\u064e\u0649\u0655\u0650\u0646\u0652 \u0631\u0651\u064f\u062c\u0650\u0639\u0652\u062a\u064f \u0627\u0650\u0644\u0670\u0649 \u0631\u064e\u0628\u0651\u0650\u064a\u0652\u0653 \u0627\u0650\u0646\u0651\u064e \u0644\u0650\u064a\u0652 \u0639\u0650\u0646\u0652\u062f\u064e\u0647\u0657 \u0644\u064e\u0644\u0652\u062d\u064f\u0633\u0652\u0646\u0670\u0649\u06da \u0641\u064e\u0644\u064e\u0646\u064f\u0646\u064e\u0628\u0651\u0650\u0626\u064e\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0651\u064e\u0630\u0650\u064a\u0652\u0646\u064e \u0643\u064e\u0641\u064e\u0631\u064f\u0648\u0652\u0627 \u0628\u0650\u0645\u064e\u0627 \u0639\u064e\u0645\u0650\u0644\u064f\u0648\u0652\u0627\u06d6 \u0648\u064e\u0644\u064e\u0646\u064f\u0630\u0650\u064a\u0652\u0642\u064e\u0646\u0651\u064e\u0647\u064f\u0645\u0652 \u0645\u0651\u0650\u0646\u0652 \u0639\u064e\u0630\u064e\u0627\u0628\u064d \u063a\u064e\u0644\u0650\u064a\u0652\u0638\u064d \u0665\u0660 Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika ditimpa malapetaka, mereka berputus asa dan hilang harapannya. Dan jika Kami berikan kepadanya suatu rahmat dari Kami setelah ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata, \u201cIni adalah hakku, dan aku tidak yakin bahwa hari Kiamat itu akan terjadi. Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhanku, sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan di sisi-Nya.\u201d Maka sungguh, akan Kami beritahukan kepada orang-orang kafir tentang apa yang telah mereka kerjakan, dan sungguh, akan Kami timpakan kepada mereka azab yang berat. (Fu\u1e63\u1e63ilat\/41: 49-50)<\/li>\n<\/ul>\n<p><strong>Kesimpulan :\u00a0<\/strong><\/p>\n<ul>\n<li>Pada dasarnya manusia memiliki sifat mudah gelisah, suka mengeluh saat susah, dan menjadi kikir ketika mendapat banyak rezeki. Namun sifat-sifat ini bisa berubah jika manusia mau mengikuti petunjuk Allah dan ajaran Rasul-Nya. Manusia tidak dipaksa menjadi beriman atau kafir, melainkan diberi pilihan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri, dan setiap pilihan akan mendapat balasan dari Allah.\n<p>Orang yang tidak beriman dengan sungguh-sungguh akan mudah putus asa saat tertimpa musibah dan merasa sombong serta kikir ketika mendapat kenikmatan, karena ia mengira semua itu berasal dari usahanya sendiri. Sebaliknya, orang yang beriman meyakini bahwa semua keadaan\u2014baik susah maupun senang\u2014adalah ujian dari Allah. Karena itu, ia bersabar ketika diuji dengan kesulitan dan bersyukur serta berbagi ketika diberi rezeki.<\/p>\n<p>Orang beriman juga yakin pada takdir Allah, bahwa sesuatu yang terlihat buruk belum tentu buruk di sisi Allah, dan sesuatu yang tampak baik belum tentu baik menurut-Nya. Keyakinan inilah yang membuat hatinya tenang, tidak mudah putus asa, dan tetap taat kepada Allah dalam segala keadaan.<\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u0627\u0650\u0646\u0651\u064e \u0627\u0644\u0652\u0627\u0650\u0646\u0652\u0633\u064e\u0627\u0646\u064e \u062e\u064f\u0644\u0650\u0642\u064e \u0647\u064e\u0644\u064f\u0648\u0652\u0639\u064b\u0627\u06d9, \u0627\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0634\u0651\u064e\u0631\u0651\u064f \u062c\u064e\u0632\u064f\u0648\u0652\u0639\u064b\u0627\u06d9, \u0648\u0651\u064e\u0627\u0650\u0630\u064e\u0627 \u0645\u064e\u0633\u0651\u064e\u0647\u064f \u0627\u0644\u0652\u062e\u064e\u064a\u0652\u0631\u064f \u0645\u064e\u0646\u064f\u0648\u0652\u0639\u064b\u0627\u06d9 &#8220;Sesungguhnya manusia diciptakan dengan sifat keluh kesah lagi kikir.Apabila ditimpa keburukan (kesusahan), ia berkeluh kesah. Apabila mendapat kebaikan (harta), ia amat kikir,&#8221; Tafsir Ringkas :\u00a0 Setelah diuraikan tentang orang-orang yang durhaka, kini diuraikan sebab-sebab kedurhakaan mereka, yaitu adanya sifat buruk pada manusia: Sungguh, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":47,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"footnotes":""},"categories":[46],"tags":[],"class_list":["post-65","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-7-jiwa-manusia-mudah-gelisah-tanpa-iman"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kumpulan-ayat-rofi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kumpulan-ayat-rofi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kumpulan-ayat-rofi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kumpulan-ayat-rofi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/47"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kumpulan-ayat-rofi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=65"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kumpulan-ayat-rofi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/65\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kumpulan-ayat-rofi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=65"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kumpulan-ayat-rofi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=65"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/cms.alfukhair.id\/kumpulan-ayat-rofi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=65"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}