QS. Ali Imran: 11
كَدَأْبِ اٰلِ فِرْعَوْنَۙ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْۗ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَاۚ فَاَخَذَهُمُ اللّٰهُ بِذُنُوْبِهِمْ ۗ وَاللّٰهُ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
Terjemahan: (Keadaan mereka) adalah sebagai keadaan kaum Fir’aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mendustakan ayat-ayat Kami; karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan Allah sangat pedih siksa-Nya.
Tafsir riwayat kemenag: Keadaan mereka yang selalu mendustakan agama Allah dan azab yang diturunkan kepada mereka seperti keadaan pengikut Firaun dan orang-orang kafir yang hidup sebelum mereka. Mereka semua mendustakan ayat-ayat Kami yang tertulis dalam kitab suci dan/atau yang terbentang di alam raya. Mereka mendustakan ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Allah sangat berat hukuman-Nya.
Penjelasan singkat: Surah Ali ‘Imran ayat 11 menegaskan bahwa inti dari kekafiran adalah sikap aktif mendustakan kebenaran (ayat-ayat Allah), sebagaimana tradisi Fir‘aun dan umat terdahulu. Perilaku ini berakar pada syirik, di mana mereka tidak hanya menolak Tuhan, tetapi juga “mempertuhankan” ego, kekuasaan, dan materi merasa diri cukup hebat sehingga tidak butuh petunjuk Allah. Ayat ini menjadi peringatan bahwa segala bentuk syirik dan kekafiran tersebut tidak memiliki pelindung; Allah akan menghancurkan mereka justru karena dosa-dosa yang mereka banggakan itu sendiri.