عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ:
مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Terjemahan:
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda: ‘Barang siapa menutupi aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat.“
Penjelasan:
Hadis ini mengajarkan pentingnya menjaga kehormatan dan martabat sesama muslim. Menutupi aib bukan berarti membenarkan kesalahan, melainkan tidak menyebarkannya kepada orang lain selama tidak menimbulkan mudarat yang lebih besar. Sikap ini mencerminkan kasih sayang, menjaga ukhuwah, dan menjadi sebab seseorang mendapatkan perlindungan Allah.
Hikmah:
- Menjaga kehormatan sesama merupakan akhlak mulia yang dianjurkan dalam Islam.
- Allah akan membalas orang yang menutupi aib saudaranya dengan menutupi aibnya di dunia dan akhirat.
- Menutup aib dapat mempererat persaudaraan dan menghindarkan permusuhan.
Contoh Penerapan:
Tidak menyebarkan kesalahan atau kelemahan teman, rekan kerja, maupun saudara di media sosial atau kepada orang lain. Sebaliknya, menasihatinya secara baik dan menjaga kerahasiaannya.
Keterangan Hadis
- Perawi: Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.
- Mukharrij: Imam Muslim.
- Kitab: Shahih Muslim.
- Derajat: Shahih.