Bab 18 – Membantu Orang Lemah dan Membutuhkan


عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ أَبِيهِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ:

هَلْ تُنْصَرُونَ وَتُرْزَقُونَ إِلَّا بِضُعَفَائِكُمْ

Terjemahan:

Dari Mush’ab bin Sa’d, dari ayahnya, Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:

“Bukankah kalian diberi pertolongan dan rezeki karena (doa dan keberadaan) orang-orang lemah di antara kalian?”

Penjelasan:

Hadis ini mengajarkan bahwa keberadaan orang-orang yang lemah dan membutuhkan merupakan sebab datangnya pertolongan dan rezeki dari Allah. Oleh karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk memperhatikan, membantu, dan memuliakan mereka, bukan meremehkannya.

Hikmah:

  • Membantu kaum lemah merupakan sebab turunnya pertolongan dan rezeki dari Allah.
  • Kepedulian terhadap sesama menjadi salah satu bentuk syukur atas nikmat Allah.
  • Masyarakat yang saling membantu akan memperoleh keberkahan.

Contoh Penerapan:

Memberikan bantuan kepada fakir miskin, menyantuni anak yatim, membantu penyandang disabilitas, serta mendukung program sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Keterangan Hadis

  • Perawi: Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu.
  • Mukharrij: Muhammad al-Bukhari.
  • Kitab: Shahih al-Bukhari.
  • Derajat: Shahih.