عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ أَبِيهِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ:
هَلْ تُنْصَرُونَ وَتُرْزَقُونَ إِلَّا بِضُعَفَائِكُمْ
Terjemahan:
Dari Mush’ab bin Sa’d, dari ayahnya, Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
“Bukankah kalian diberi pertolongan dan rezeki karena (doa dan keberadaan) orang-orang lemah di antara kalian?”
Penjelasan:
Hadis ini mengajarkan bahwa keberadaan orang-orang yang lemah dan membutuhkan merupakan sebab datangnya pertolongan dan rezeki dari Allah. Oleh karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk memperhatikan, membantu, dan memuliakan mereka, bukan meremehkannya.
Hikmah:
- Membantu kaum lemah merupakan sebab turunnya pertolongan dan rezeki dari Allah.
- Kepedulian terhadap sesama menjadi salah satu bentuk syukur atas nikmat Allah.
- Masyarakat yang saling membantu akan memperoleh keberkahan.
Contoh Penerapan:
Memberikan bantuan kepada fakir miskin, menyantuni anak yatim, membantu penyandang disabilitas, serta mendukung program sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Keterangan Hadis
- Perawi: Sa’d bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu.
- Mukharrij: Muhammad al-Bukhari.
- Kitab: Shahih al-Bukhari.
- Derajat: Shahih.